Peristiwa Daerah

Genjot Produksi Garam Nasional, KKP Lakukan Pembinaan di PT Sumatraco 

Jumat, 26 April 2024 - 19:53 | 12.06k
Tim KKP saat melakukan kunjungan di  pabrik garam PT Sumatraco Langgeng Makmur, Kota Surabaya, Jumat (26/4/2024).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Tim KKP saat melakukan kunjungan di  pabrik garam PT Sumatraco Langgeng Makmur, Kota Surabaya, Jumat (26/4/2024).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Tim Kementerian Kelautan, dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia melakukan pengawasan sumber daya kelautan tahun 2024 di  PT Sumatraco Langgeng Makmur, Kota Surabaya.

Petugas KKP terdiri dari Wuni Widjajanti, Aning Lyandhani Siaroto yang memegang jabatan Pengawasan Perikanan. Kemudian Polsus PWP3K, Jaro Mulyo Piratno. 

Sementara dari PT Sumatraco Langgeng Makmur diwakili Ifa Novianti bagian HRD dan Reza Gunawan bagian Laboratorium.

Petugas KKP, Wuni Widjajanti menyampaikan pengawasan produk lautan (garam) ini dilakukan sesuai Peraturan Pemerintah no 31 Tahun 2004 tentang perikanan. 

Sebagaimana diubah dan ditambah pada undang-undang no 45 tahun 2009, peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Undang-undang Perikanan dan Kelautan.

Lalu Peraturan Pemerintah RI no 27 tahun 2021 tentang penyelenggaraan bidang kelautan dan perikanan, Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 10/PERMEN-KP/2021 tentang standar kegiatan usaha dan produk pada penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko sektor kelautan dan perikanan.

Serta Peraturan Menteri Kelautran dan Perikanan RI no 31 tahun 2021 tentang pengenaan sanksi administrasi bidang kelautan dan perikanan.   

"Kementerian Kelautan, dan Perikanan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang kelautan, dan perikanan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara," kata Wuni, Jumat (26/4/2024).

Dia menambahkan bahwa dalam melaksanakan tugas, Kementerian Kelautan, dan Perikanan menyelenggarakan fungsi perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang kelautan, dan perikanan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Kelautan, dan Perikanan.

Untuk diketahui, pemerintah kini sedang menggalakkan upaya peningkatan produksi garam nasional. 

Melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 126 Tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional, Presiden mendorong pemenuhan kebutuhan garam nasional melalui perlindungan dan pemberdayaan nelayan, pembudidaya ikan, dan petambak garam.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2022, pada tahun 2021 dan 2022 produksi garam nasional hanya mencapai 879,9 ribu ton dan 859 ribu ton secara beruntun. Jumlah ini jauh dari angka kebutuhan garam nasional sebesar 4,5 juta ton.

Oleh karenanya diperlukan upaya strategis untuk mendukung peningkatan produksi dan kualitas garam nasional. 

Dengan luas wilayah perairan mencapai 5,8 juta kilometer persegi dan panjang pantai 95 ribu kilometer, Indonesia memiliki potensi laut yang besar dan dapat memberikan peningkatan kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat Indonesia.

Upaya percepatan pembangunan pergaraman nasional diharapkan dapat memberikan dukungan dalam meningkatkan produksi garam nasional dan nantinya memberikan nilai tambah bagi industri garam nasional serta petambak garam lokal.

Percepatan pembangunan pergaraman nasional dilaksanakan pemerintah pusat dan daerah melalui Sentra Ekonomi Garam Rakyat (SEGAR) yang merupakan kawasan Usaha Pergaraman yang dilakukan secara terintegrasi. 

"Upaya peningkatan ini diperlukan mengingat tingginya kebutuhan garam nasional yang saat ini belum dapat terpenuhi oleh produksi garam dalam negeri," jelas Wuni.

Sementara itu, HRD PT Sumatraco Langgeng Makmur, Ifa Novianti mengaku siap, kapanpun pengawasan dari tim KKP dilakukan.

Mengingat selama ini, kata Ifa, perusahaan yang memproduksi garam beryodium ini selalu menaati peraturan dan standar pemerintah. 

"Kunjungan dan pengawasan yang dilakukan  tidak lama hanya dua jam, dan kami telah menunjukkan produk," katanya.

Produsen garam beryodium dengan produknya yang terkenal "Kerapan Sapi" ini dalam setahun mampu memproduksi 800.000 ton.

Kunjungan Dubes Kanada

Sebelumnya, Duta Besar (Dubes) Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton mengunjungi pabrik garam beryodium PT Sumatraco Langgeng Makmur pada 28 Februari 2024 lalu.

Ia mendukung langkah pemerintah Indonesia dalam pemenuhan nutrisi melalui garam beryodium, terutama untuk ibu hamil dan anak.

“Mengonsumsi garam beryodium sangat penting untuk kesehatan ibu dan perkembangan otak anak. Dengan nutrisi yang tepat, maka anak pertumbuhannya akan bagus, untuk investasi masa mendatang, supaya generasi sehat,” ungkapnya.

Upaya itu menurutnya, sejalan dengan program prioritas Presiden RI, Joko Widodo dalam menangani stunting yang juga membutuhkan nutrisi bagus. 

Karena itu, pihaknya mendukung produksi garam beryodium dengan standar kualitas yang bagus, sebagai investasi di bidang kesehatan untuk ibu dan anak. 

"Karena kami mensuport kegiatan nutrisi internasional, khususnya untuk garam beryodium, dan itu sangat penting,” ujarnya.

Jess senang saat mendengarkan cerita dari pihak PT Sumatraco bahwa produk garamnya telah memenuhi standar gizi.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES