Peristiwa Daerah

Gempa Bumi Garut Disebabkan oleh Aktivitas Penunjaman, Ini Penjelasan Badan Geologi

Minggu, 28 April 2024 - 08:45 | 15.85k
Peta gempa yang melanda wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat. (Foto: Badan Geologi ESDM/Antara)
Peta gempa yang melanda wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat. (Foto: Badan Geologi ESDM/Antara)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyajikan analisis tentang gempa bumi dengan kekuatan 6,2 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Muhammad Wafid, Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, menjelaskan bahwa gempa bumi Garut disebabkan oleh aktivitas penunjaman atau gempa bumi intraslab dengan mekanisme sesar naik.

“Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman dan data mekanisme sumber dari BMKG, USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas penunjaman atau dapat disebut juga gempa bumi intraslab dengan mekanisme sesar naik,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid dalam keterangan yang diterima di Bandung, Minggu (28/4/2024).

Wilayah pesisir Jawa Barat selatan, yang sebagian besar merupakan dataran pantai, mengalami guncangan yang luas karena lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada kedalaman menengah.

Gempa bumi tersebut terjadi pada 27 April 2024 pukul 23.29 WIB, dengan pusat pada 8,42 derajat lintang selatan, 107,26 derajat bujur timur, dan kedalaman 70 kilometer di Samudera Hindia, 151,7 kilometer barat daya Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Menurut laporan sementara BNPB, gempa bumi tersebut menyebabkan korban luka-luka dan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah di Jawa Barat.

Meskipun lokasinya di laut, gempa bumi ini tidak memicu tsunami karena tidak menimbulkan deformasi pada dasar laut.(*)

 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES