Peristiwa Daerah

Kemenag Morotai Kampanyekan Pendaftaran Haji Usia Dini, Ini Alasannya

Minggu, 28 April 2024 - 15:12 | 30.18k
Kepala Tata Usaha Kantor Kementrian Agama Kabupaten Morotai, Mukmin Ali. (Foto: Mukmin For TIMES Indonesia)
Kepala Tata Usaha Kantor Kementrian Agama Kabupaten Morotai, Mukmin Ali. (Foto: Mukmin For TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MOROTAI – Kantor Kementrian Agama Kabupaten Morotai pada musim haji tahun 2024 mulai berbenah mencari solusi dalam mengurai antrean calon jamaah haji (CJH).

Berbenah dalam penanganan CJH yang antreannya semakin panjang, namun kuota kecil akibatnya mempengaruhi kesehatan calon jamaah karena banyak telah masuk usia senja, sehingga pendaftaran haji di usia dini dianggap menjadi solusi terbaik saat ini.

Diketahui, bila menoleh sepuluh tahun silam, antrean menjadi calon jamaah haji di Morotai tidaklah berarti sama sekali, karena setelah mendaftar dan melunasinya hanya menunggu paling lama 5-7 tahun, tapi tidak untuk saat ini.

Padahal, usia kabupaten Morotai terbilang masih sangat muda untuk urusan haji, yakni 15 tahun, namun sudah terjadi antrean panjang. Menghadapi masalah ini, CJH masih berharap agar lebih cepat berangkat ke Mekkah dan Madinah. Walaupun harapan itu berbalut pasrah, karena termakan oleh waktu tunggu yang amat lama, pendaftar terus meningkat setiap tahun, tetapi dibatasi oleh kuota yang kecil, sementara jatah usia terus berkurang.

Kendati demikian, ribuan jamaah tamu baitullah yang memadati barisan panjang di daftar kursi tunggu tak peduli walaupun saat ini menjadi calon haji di usia senja. Tawakal kepada Allah SWT pun menjadi tumpuan mereka, sembari menaruh harapan besar agar mereka segera dipanggil ke baitullah sebelum ajal menjemput.

"Torang (kami) tawakal saja, saya sekarang sudah berumur 60 tahun lebih, sudah mendaftar haji enam tahun lalu, tidak tahu kapan giliran kita dipanggil ke tanah suci, semoga saja kita selalu diberi kesehatan dan panjang umur agar bisa pergi haji, karena sekarang infonya antrean sudah puluhan tahun," ungkap pak Ali salah satu bakal calon haji.

Mukmin Ali, mewakili Kepala Kantor Kementrian Agama Morotai di acara walimatulhaj warga Desa Daruba, La Ode Rompa dan Husna L Naim, Sabtu (27/4/2024) malam menyampaikan untuk Kabupaten Morotai saat ini antrean pergi haji sudah semakin panjang durasi waktunya, bahkan harus menunggu diatas 20 tahun baru bisa mengantongi paspor Arab Saudi untuk terbang ke tanah para nabi.

Untuk itu, kata Mukmin, Kantor Kementrian Agama Morotai saat ini telah melakukan kajian, evaluasi dan terus berbenah dalam pelayanan urusan haji serta memberi solusi dengan mengubah pola pikir masyarakat agar menjadi bakal calon jamah haji jangan harus menunggu umur 40-60 tahun baru mendaftar.

Ia berharap pola pikir lama dari masyarakat ini diubah, dengan memberi pemahaman, sehubungan antrean semakin panjang. Karena hal ini sangat berpengaruh terhadap usia, tenaga dan kesehatan bila sudah setengah abad baru mendaftar, kemudian menunggu diatas 20 tahun lebih baru berangkat haji.

"Masalahnya antrean berangkat haji saat ini untuk Morotai harus menunggu diatas 20 tahun, kemudian kuota tiap tahun kecil, hanya 48 orang sudah termasuk tambahan. Kalau masyarakat mendaftar haji menunggu umur diatas 40-60 tahun, ini sangat berpengaruh dari sisi kesehatan karena usia, jadi kalau boleh di usia SMP atau SMA sudah mendaftar," pintanya.

Untuk itu, Mukmin menambahkan, saat ini Kantor Kementrian Agama Morotai lagi melakukan sosialisasi dengan mengkampanyekan soal pendaftaran haji usia dini, sehingga walaupun dengan antrean diatas 20-25 tahun pun tidak khawatir, sebab ketika tiba waktunya berangkat, mereka rata rata usianya masih muda, kondisi fresh dan stamina sangat bugar.

"Alasan mendasar dari kondisi tersebut, saat ini Kemenag Morotai secara terus menerus mengkampanyekan pendaftaran haji usia dini kepada masyarakat Morotai. Diharapkan kalau boleh di usia SMP atau SMA masyarakat sudah mendaftar bakal calon haji, agar saat masih kuliah atau saat selesai kuliah sudah bisa berangkat sebagai calon haji," harapnya.

Kata Mukmin, kuota haji Morotai 48 atau 50 orang setiap tahun maka dikalikan dengan jumlah antrian saat ini sudah di atas 20 tahun, maka diperkirakan sampai pada tahun 2024 jumlah calon haji yang telah terdaftar dalam antrean sudah diatas seribu orang lebih yang antre.

Mukmin juga meminta kepada seluruh yang telah mendaftar sebagai bakal calon haji di Morotai, agar dapat mengikuti manasik haji yang kegiatannya di gelar tiap tahun oleh pihak Kementerian Agama Morotai. Menurutnya, hal ini demi mempermudah setiap calon jamah dalam memahami syarat dan rukun haji.

"Kalau dulu yang pergi haji saja yang ikut manasik, sekarang diubah, seluruh yang telah mendaftar, walaupun belum giliran berangkat boleh ikut manasik haji, tujuannya agar dapat lebih dini mengerti tentang haji, semua ini Kemenag Morotai lakukan dalam rangka memaksimalkan pelayanan terhadap para calon jamah haji," pungkasnya.

Sebagai informasi, kuota haji setiap tahun untuk Kabupaten Morotai sebanyak 43 orang, tambahan 5 orang, total 48 orang. Kuota tambahan jumlahnya bervariasi, kalau tahun 2023, kuota tambahannya untuk Morotai 12 orang, sementara di tahun 2024 kuota tambahan hanya 5 orang, jadi total CJH Morotai yang berangkat tahun 2024 sebanyak 48 orang, terdiri dari laki laki 24 orang dan perempuan 24 orang. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES