Peristiwa Daerah

Selain Berkecepatan Tinggi, Moge Kecelakaan Probolinggo Tak Teridentifikasi ERI

Senin, 29 April 2024 - 17:15 | 72.58k
Dirlantas Polda Jatim lakukan olah TKP bersama Polres Probolinggo Kota. (Foto: Rizky Putra Dinasti/TIMES Indonesia)
Dirlantas Polda Jatim lakukan olah TKP bersama Polres Probolinggo Kota. (Foto: Rizky Putra Dinasti/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGOKecelakaan beruntun yang melibatkan anggota rombongan Motor Gede (Moge) terus didalami oleh pihak Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur.

Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim bersama dengan Polres Probolinggo Kota kembali melakukan pendalaman materi dengan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Senin (29/04/2024).

Olah TKP dilakukan langsung oleh Dirlantas Polda Jatim Kombes Komarudin, didampingi Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa’bani dan juga Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Tommy. 

Olah TKP berlangsung selama satu jam lebih, mulai pukul 14.00 hingga pukul 15.15 WIB.

Kombes Komarudin menjelaskan, kecelakaan yang terjadi sebenarnya merupakan kecelakaan biasa atau bukan kecelakaan menonjol (Lakajol). 

Namun, karena melibatkan kendaraan ber-CC tinggi atau Moge, kecelakaan ini menarik perhatian publik.

Dari hasil pendalaman, diketahui Moge tersebut melaju dengan kecepatan tinggi. Hal ini terungkap saat dilakukan perhitungan menggunakan alat ukur, dimana jarak awal benturan hingga titik akhir pasca benturan lebih dari 38 meter.

Menariknya, titik poin benturan awal yang menyebabkan dua orang pengendara dan penumpang Moge meninggal berada di sisi jalur barat menuju timur, sedangkan Moge tersebut melaju dari arah Timur menuju Barat.

Hal ini mengindikasikan jika titik poin benturan terjadi ketika Moge melaju kencang dan melebihi marka jalan.

“Kita masih mendalami, apakah benar ada kendaraan yang melintas atau menyeberang ke sisi utara atau tidak, sehingga menyebabkan pengendara Moge terkejut,” ujar Kombes Komarudin.

Menurutnya, jika dilihat kondisinya, memang terdapat jalan atau gang kecil, namun masih belum bisa dipastikan.

Selain itu, Komarudin juga menegaskan, kendaraan Moge tersebut tidak terdaftar di Electronic Registration and Identification (ERI) Korps Lalu Lintas (Korlantas).

Baik Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) maupun Nomor Rangka kendaraan tidak teridentifikasi di ERI.

"Kami juga telah melakukan pengecekan dari TNKB atau nomor kendaraan, termasuk nomor rangka, namun hasilnya tidak teridentifikasi di ERI," tandas Komarudin.

Sebelumnya, rombongan kendaraan Moge terlibat kecelakaan di Jalan Raya Tongas, masuk Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (28/04/2024) pukul 15.15.

Akibat kecelakaan itu, dua orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka.

Selain itu, tiga motor Moge jenis Harley Davidson, satu motor Yamaha NMAX, dan dua kendaraan roda empat juga mengalami kerusakan.

Dua korban yang meninggal merupakan suami istri anggota dari rombongan Moge Pasuruan, yakni dr Abdul Azis, dokter spesialis Orthopedi di RSUD Grati Pasuruan, dan istrinya Erysha Kartika. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ryan Haryanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES