Peristiwa Daerah

Hijrah Lebih Mudah, Klinik Polresta Banyuwangi Hadirkan Layanan Hapus Tato Gratis

Kamis, 02 Mei 2024 - 13:39 | 55.70k
Proses penghapusan tato gratis di Klinik Pratama Polresta Banyuwangi. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia).
Proses penghapusan tato gratis di Klinik Pratama Polresta Banyuwangi. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia).

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Klinik Pratama Polresta Banyuwangi yang berada di Jalan Letkol Istiqlah No. 55, Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri, membuka layanan hapus tato gratis bagi masyarakat.

Layanan tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat yang ingin memulai lembaran baru. Bagi sebagian orang tato adalah simbol pemberontakan diri atau ekspresi dimasa muda.

Namun, seiring berjalannya waktu, tato tersebut bisa menjadi penghambat dalam kehidupan, salah satunya seperti mencari kerja.

Alhasil, kegiatan tersebut disambut antusias oleh puluhan warga Banyuwangi yang ingin menghapus tato mereka.

“Program hapus tato per sesi bisa melayani sekitar 15 sampai 30 orang. Baik itu pasien baru maupun lama,” kata Teknis Pelaksana Hapus Tato, Novi Candra Pribadi.

Program hapus tato dari Klinik Pratama Polresta Banyuwangi ini telah berjalan sejak tahun lalu dan telah dilaksanakan kurang lebih 8 kali.

“Nantinya, kami berencana untuk mengadakan hapus tato secara rutin setiap bulannya,” ujar perempuan yang akrab disapa Novi.

Novi menjelaskan,  proses penghapusan tato tidak dapat dilakukan hanya dalam satu kali sesi. Hal ini dikarenakan berbagai faktor diantaranya, jenis tato, tinta yang digunakan, lama tato di tubuh, dan kedalaman tusukan jarum saat pembuatan tato.

"Lama proses penghapusan tato bervariasi. Ada yang membutuhkan 5 kali, bahkan 10 kali sesi, baru tatonya bisa hilang sepenuhnya," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu peserta hapus tato, Nova Purnama Sari mengaku tertarik dengan program hapus tato ini. Menurutnya, dengan menghapus tato ini dapat membuka lebaran baru dan memperbaiki diri

“Saya mualaf, dulu agama saya Hindu sekarang Islam. Alasan saya hapus tato untuk memperbaiki diri yang lebih baik lagi. Selain itu, tato dilarang sama agama Islam,” kata Nova

Dia mengaku sudah 15 tahun mengoleksi seni lukis tubuh di bagian lengan kanannya. Akan tetapi, muncul niatan menghapus tato, sejak tahun kemarin.

Kedatangannya di Klinik Pratama Polresta Banyuwangi merupakan kali kedua Nova melakukan penghapusan tato gratis.

“Kata dokter yang menangani penghapusan tato, prosesnya membutuhkan tiga sampai empat kali baru bisa hilang,” ujarnya.

Nova juga memperlihatkan proses penghapusan tatonya. Tangannya yang dihiasi tato tampak dilaser. Sesekali Nova juga mengamati setiap proses penghapusan tato yang dilakukan tim medis.

“Kalau saat di laser tidak sakit. Yang sakit itu setelahnya, terasa panas, apalagi saat awal-awal hapus tato, itu saya menahan rasa sakit 4-5 hari baru sembuh,” ungkap Nova. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES