Peristiwa Daerah

Berharap Proses Giling Lancar, PG Rendeng Gelar Tradisi Pengantin Tebu

Kamis, 02 Mei 2024 - 18:55 | 16.33k
Tradisi pengantin tebu di PG Rendeng Kudus mengawali proses giling di pabrik setempat agar berlangsung lancar dan membawa berkah. (FOTO: Ihza Fajar Azhari/TIMES Indonesia)
Tradisi pengantin tebu di PG Rendeng Kudus mengawali proses giling di pabrik setempat agar berlangsung lancar dan membawa berkah. (FOTO: Ihza Fajar Azhari/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, KUDUS – Menyambut musim giling tebu tahun 2024, Pabrik Gula atau PG Rendeng, Kabupaten Kudus memiliki tradisi menarik yang sudah berlangsung sejak lama yakni kirab manten tebu atau pengantin tebu

Diyakini, tradisi pengantin tebu tersebut merupakan syarat wajib agar proses musim giling PG Rendeng dapat berlangsung lancar dan membawa berkah bagi warganya.

Pantauan wartawan di lokasi di PG Rendeng, Kamis (2/5/2024), sejak pagi sejumlah peserta kirab sudah berjajar membawa tebu-tebu pilihan untuk kemudian melaksanakan kirab. 

Tradisi-pengantin-tebu-2.jpgPj Bupati Kudus Hasan Chabibie mendapat giliran memasukan tebu ke mesin giling PG Rendeng. FOTO: Ihza Fajar Azhari/TIMES indonesia)

Pada tradisi kirab terdapat dua tebu ditaruh paling depan yang dihiasi boneka lengkap seperti halnya pengantin pria dan wanita. Selain itu, dalam kirab tersebut juga ada barongan yang turut memeriahkankan tradisi.

Puluhan tebu yang dikirab tersebut menuju halaman PG Rendeng, kemudian secara simbolis diserahkan kepada manajemen pabrik untuk dimasukan dalam mesin pengilingan oleh PJ Bupati Kudus, Kapolsek Kudus Kota, serta jajaran petinggi perusahaan.

Tradisi-pengantin-tebu-3.jpg

General Manager PG Rendeng, Erwin Fikri mengatakan, tradisi kirab manten tebu tersebut sudah berlangsung sejak zaman dulu. Prosesi tersebut wajib dilakukan sebagai bentuk harapan PG Rendeng dapat melangsungkan penggilingan tebu dengan maksimal dan lancar.

"Setiap tahun kita mengadakan kirab manten tebu, disamping kebudayaan, hal tersebut juga bentuk selamatan giling agar dilancarkan musim giling tahun ini karena masuk bagian dari kearifan lokal, dan wujud syukur atas petani lokal untuk dapat melaksanakan tradisi," ujar Erwin.

Sementara, lanjut Erwin, pengantin tebu mempelai pria yang diberi nama Bagus Wisnu Nugroho dan tebu mempelai wanita Roro Sekar Ayu tersebut merupakan salah satu contoh tebu pilihan terbaik dari perkebunan. Agar nantinya dalam proses penggilingan, PG Rendeng mendapatkan tebu dengan kualitas baik demi mendapatkan hasil gula yang maksimal.

"Untuk tebu pengantin pria itu dari kebun Gribig dan pengantin perempuan atas nama Roro Gendis Ayu itu diambil dari kebun di Tanjungrejo," jelasnya.

Untuk target penggilingan pada tahun ini, PG Rendeng menargetkan 300 ribu ton tebu dengan rendemen atau kadar gula diatas 7 persen.

"Kenaikan ini kami harapkan karena tahun ini cuaca terbilang sangat bagus, berbeda dari tahun sebelumnya yang terdapat dampak elnino, produksi pada tahun ini diharap sampai 20 ribu ton, lebih banyak 5 persen dari sebelumnya," tuturnya.

PJ Bupati Kudus Hasan Chabibie hadir dalam kesempatan hari ini, pihaknya mengapresiasi tradisi yang digelar dengan meriah ini dan berharap adanya peningkatan lebih baik dari tahun sebelumnya.

"Insyaallah tahun ini lebih meningkat daripada tahun kemarin dan diharapkan dapat meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat di Kudus," paparnya.

Untuk tradisi pengantin tebu, Hasan menyebut bahwa tradisi ini adalah simbol wujud syukur atas nikmat yang diberikan oleh yang maha kuasa atas panen tebu yang melimpah.

"Kita harus terus menjaga dan melestarikan tradisi lokal, ini adalah hal yang positif selama dilakukan pada jalan yang benar," tutupnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES