Peristiwa Daerah

Wow Keren! Madrasah se-Kabupaten Kumpulkan 3,5 Ton Sampah Jadi Gerakan Giat Sedekah

Sabtu, 04 Mei 2024 - 15:36 | 15.45k
Pj Bupati Jombang didampingi Muhajir Kepala Kemenag Jombang pada launching Gerakan Madrasah Sampah Jadi Sedekah (Gema Sajadah)bdi MTsN 11 Jombang, Jumat (3/5/2024) kemarin. (FOTO: Bambang Cahyono/TIMES Indonesia).
Pj Bupati Jombang didampingi Muhajir Kepala Kemenag Jombang pada launching Gerakan Madrasah Sampah Jadi Sedekah (Gema Sajadah)bdi MTsN 11 Jombang, Jumat (3/5/2024) kemarin. (FOTO: Bambang Cahyono/TIMES Indonesia).

TIMESINDONESIA, JOMBANG – Siapa sangka sampah bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang agar giat ibadah bersedekah. Kini Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang (Kankemenag Jombang) melaksanakan launching Gerakan Madrasah Sampah Jadi Sedekah (Gema Sajadah) dan Gerakan Madrasah Hijau dan Asri (Gema Hijas) pada puncak peringatan Hari Bumi Tahun 2024, di MTsN 11 Jombang, Jumat (3/5/2024) kemarin.

Kepala Kemenag Jombang Muhajir mengatakan, tujuan utama dari Gema Hijas adalah menjadikan madrasah menjadi hijau dan asri, nyaman untuk belajar, dan menjadi madrasah yang oksigennya melimpah.

“Karena itu kalau kita menanam pohon diniatkan untuk sedekah oksigen,” ujar Muhajir kepada TIMES Indonesia, Sabtu (4/5/2024).

Berkaitan dengan penamaan Gema Hijas, Muhajir mengaku terinspirasi oleh apa yang dilakukan oleh Muasis NU saat mendengar isu di Arab Saudi yang akan membongkar makam Rasullullah sehingga terbentuk Komite Hijas yang merupakan cikal bakal lahirnya NU.

Menurutnya, madrasah dengan inovatif Gema Hijas, adalah ikhtiar kita, kalau beliau-beliau waktu itu menyelamatkan makam Rasulullah, kita ingin ikut berperan serta menyelamatkan bumi dengan gerakan yang kita lakukan ini, mudah-mudahan yang dilakukan mendapat barokah dari para muasis NU yang terlahir dari Jombang.

Selanjutnya Gema Sajadah, adalah gerakan madrasah yang ingin agar bisa mengelola sampah jadi sedekah. Pihaknya ingin kalau selama ini problem besar adalah pada sampah, maka melalui Gerakan tersebut sampah bisa bermanfaat. Ia juga menyebut potensi dari sampah sangat luar biasa.

“Dari dua titik pengumpulan sampah yang telah kita lakukan di madrasah itu bisa terhimpun 2,4 juta. Satu titik potensinya 1 juta. Kita punya madrasah mulai RA sampai Madrasah Aliyah ada 811, kita enggak target muluk-muluk, yang kita target hanya sekitar 100 titik saja untuk pengumpulan sampah,” terangnya.

Muhajir berharap Gerakan tersebut menjadi kegiatan yang terstruktur, sistematis, dan masif sehingga melalui sedekah sampah, akan dapat membantu lembaga-lembaga pendikan yang membutuhkan bantuan.

Puncak peringatan Hari Bumi dan Launching Gema Hijas dan Gema Sajadah ditandai dengan penanaman pohon dan sedekah sampah oleh PJ Bupati Jombang dan Kepala Kemenag Jombang. Kegiatan ini juga diikuti secara daring melalui zoom meeting oleh ratusan madrasah se-Kabupaten Jombang yang juga melakukan penanaman pohon secara serentak di madrasah masing-masing dengan total setengah juta pohon.

Hingga akhir acara, terkumpul sebanyak 3,5 ton sampah dari 289 titik madrasah/lembaga se-Kabupaten Jombang dengan nilai rupiah sebesar Rp10 juta dan masih dilakukan penimbangan sampah dari madrasah di titik kumpul MTsN 11 Jombang. Pengumpulan sampah dimulai tanggal 25 April lalu.

Sementara Pj Bupati Jombang, Sugiat yang hadir dan membuka dua gerakan tersebut memberikan apresiasi terselenggaranya Gema Sajadah dan Gema Hijas yang merupakan inovasi dari Kemenag Jombang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang, Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) Kabupaten Jombang, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jombang.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kementerian Agama Kabupaten Jombang atas upaya kolaboratif dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mendorong kepedulian dalam merawat alam dan menjaga lingkungan dengan Gerakan Madrasah Sampah Jadi Sedekah (Gema Sajadah) dan Gerakan Madrasah Hijau dan Asri (Gema Hijas)," ungkapnya

Menurutnya, permasalahan lingkungan adalah tantangan nyata yang sedang kita hadapi saat ini, tidak hanya di Kabupaten Jombang, melainkan di seluruh dunia. Ia mengatakan banjir, longsor, kekeringan akibat perubahan iklim, dan permasalahan sampah harus ditangani bersama. Hal ini bukan hanya tugas dari pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat, termasuk lembaga pendidikan.

“Oleh karena itu, lembaga pendidikan, baik instansi formal maupun non-formal, memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk pengetahuan, kesadaran, sikap, perilaku, dan kepedulian kolektif siswa serta generasi mendatang," tambahnya

Madrasah sebagai lembaga pendidikan yang memiliki keunggulan dalam menyampaikan pesan-pesan dalam Al-qur’an dan hadits, tentunya memiliki peran yang khusus dalam membangun kesadaran akan tanggung jawab kita dalam pengelolaan lingkungan hidup.

“Semoga kita dapat terus merawat semangat dan istiqamah dalam menjaga gerakan ini agar tetap berkelanjutan. Lebih dari itu, saya juga berharap Gema Sajadah (Gerakan Madrasah Sampah Jadi Sedekah) dan Gema Hijas ini akan menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh komponen masyarakat, termasuk sekolah di lingkup dinas pendidikan, madrasah, kantor, dan masyarakat umum di Kabupaten Jombang,” pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES