Peristiwa Daerah

Takziah ke Rumah Almarhum Sugiarto, Bacabup PDIP Malang H Gunawan Disambut Hangat Puluhan Kades

Senin, 06 Mei 2024 - 09:55 | 26.41k
H Gunawan (Dua dari kiri) bersalaman dengan salah satu kades saat takziah ke rumah almarhum Sugiarto, Ketua PAC PDI Perjuangan Pakisaji yang meninggal karena kecelakaan tragis. (foto: dok TI)
H Gunawan (Dua dari kiri) bersalaman dengan salah satu kades saat takziah ke rumah almarhum Sugiarto, Ketua PAC PDI Perjuangan Pakisaji yang meninggal karena kecelakaan tragis. (foto: dok TI)

TIMESINDONESIA, MALANG – Keluarga besar PDI Perjuangan Kabupaten Malang berduka atas meninggalnya salah satu kader terbaik mereka, Sugiarto, pada hari Minggu (5/5/2024) kemarin. Sugiarto, Ketua PAC PDI Perjuangan Pakisaji, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tragis di Jalan Ir Sukarno atau Jalibar Kepanjen.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, kami menerima kabar duka dari keluarga besar PDI Perjuangan Kabupaten Malang. Salah satu Ketua PAC, Bapak Sugiarto, telah meninggalkan kita karena kecelakaan di Jalibar," ungkap Bendahara PAC PDI Perjuangan Wajak, Rudi, melalui pesan singkat WhatsApp.

Sugiarto dikenang sebagai individu yang baik, jujur, dan setia pada partai dengan lambang banteng moncong putih. Beliau juga dikenal sebagai salah satu pelopor dalam pembentukan himpunan relawan yang dikenal sebagai Poros Perjuangan.

Sugiarto, bersama dengan 25 Ketua PAC PDI Perjuangan di Kabupaten Malang, berhimpun dalam Poros Perjuangan dengan tujuan mendukung H Gunawan Wibisono untuk mencalonkan diri dalam Pilkada 2024. Namun, kehendak takdir berubah, dan Sugiarto dipanggil lebih dulu oleh Yang Maha Kuasa sebelum beliau dapat menyelesaikan tugasnya mendukung Abah Gunawan dalam Pilkada Kabupaten Malang.

Kabar meninggalnya Sugiarto tidak hanya mengejutkan Bacabup Malang PDI Perjuangan yang diusung oleh Poros Perjuangan, H. Gunawan Wibisono, namun juga semua pihak yang mengenalnya.

Abah Gunawan, yang juga dikenal sebagai Bacabup Malang PDI Perjuangan, segera pergi ke kediaman almarhum Sugiarto di Pakisaji untuk takziah. Setelah tiba di rumah duka, ia memimpin salat jenazah bersama rombongan, diikuti dengan pembacaan tahlil.

Setelah itu, Abah Gunawan mendekati ratusan pelayat dan beberapa kolega almarhum, termasuk beberapa kepala desa, yang terlihat terpukul dan tidak percaya atas kepergian Sugiarto.

Selama berkumpul di kediaman almarhum, ada momen menggembirakan ketika beberapa kepala desa yang memberikan takziah mengajak Abah Gunawan untuk berfoto. Salah satunya bahkan berkomentar, "Ayo, kita foto sebelum beliau dilantik!"

Abah Gunawan, yang tidak suka bermain ponsel saat menerima tamu, dengan lembut menanggapi, "Mari kita hargai momen takziah ini tanpa membicarakan politik." Jawabannya disambut dengan tawa hangat dari para kepala desa. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES