Peristiwa Daerah

Bupati Gus Yani Kick Off Pembangunan 100 Rumah Tak Layak Huni di Gresik Selatan

Rabu, 08 Mei 2024 - 22:18 | 50.05k
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wabup Aminatun Habibah serta Ketua DPRD M Abdul Qodir saat menyerahkan tumpeng kepada NGO Habitat for Humanity Indonesia, tanda dimulainya program pembangunan RTLH (Foto: Akmal/TIMES Indonesia)
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wabup Aminatun Habibah serta Ketua DPRD M Abdul Qodir saat menyerahkan tumpeng kepada NGO Habitat for Humanity Indonesia, tanda dimulainya program pembangunan RTLH (Foto: Akmal/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, GRESIKBupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) secara resmi memulai program pembangunan 100 rumah tak layak huni (RTLH) di Gresik selatan.

Program hasil kolaborasi Pemkab Gresik bersama NGO Habitat for Humanity Indonesia dilakukan kick off di Desa Sooko Kecamatan Wringinanom pada Rabu (8/5/2024).

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan terwujudnya program ini tak terlepas dari upaya pemerintah dalam membangun hubungan baik antar lembaga. 

"Tentu Alhamdulillah kami ucapkan terima kasih kepada Habitat, atas perhatian selama ini, tentu ini butuh sinergitas dan kolaborasi komperhensif," katanya.

Bupati-Gresik-2.jpg

Orang nomor satu di Pemkab Gresik ini menambahkan, hadirnya NGO Habitat Indonesia ini sangat membantu pemerintah dalam menangani rumah kumuh.

"Ini yang namanya sinergi kolaborasi, Habitat di Gresik selatan, kami yang akan fokus ke Bawean karena baru-baru ini terjadi gempa di sana," ungkapnya.

Gus Yani menyatakan, perbaikan rumah tak layak huni ini terus dilakukan. Berbagai upaya pendanaan mulai APBD Gresik maupun Kementerian telah diupayakan.

Pemerintah daerah, kata Gus Yani sangat terbuka terkait data rumah yang butuh diperbaiki. Untuk itu, dia berharap kolaborasi dan sinergitas terus diwujudkan sehingga untuk Gresik yang lebih baik.

"Keterbukaan Bappeda, kita juga mendorong program ini berhasil. Kita punya program reguler dari APBD teryang diwujudkan dalam TMMD bersama kodim, Baznas dan juga pokir dewan yang juga memperbaiki rumah," ujarnya.

Susanto, Nasional Direktor Habitat for Humanity Indonesia menyampaikan jika pihaknya akan membangun 100 rumah tak layak huni (bangunan baru) di Kecamatan Wringinanom dan Benjeng.

Kemudian, renovasi sebanyak 20 unit rumah, pembangunan toilet keluarga sejumlah 20 unit dan pembangunan balai pertemuan renovasi sebanyak 12 unit serta pembangunan sumur dangkal 75 unit.

"Kami juga akan melatih perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebanyak 1.500 orang dan pelatihan rumah sehat dan konstruksi dasar sebanyak 200 orang," imbuhnya.

Bupati-Gresik-3.jpg

Program Habitat for Humanity Indonesia di Gresik dimulai pada tahun 2015. Saat itu, kata Susanto berhasil mewujudkan perbaikan toilet keluarga sebanyak 284 unit dan bangunan rumah baru 377 unit.

Kemudian, renovasi sebanyak 2 toilet sekolah 1 unit, sumur dangkal 60 unit, posyandu 2 unit, pelatihan kesehatan, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat yang menyasar ribuan orang.

“Harapan kami ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan yang inkusif dalam meningkatkan kualitas hidup mereka," tutupnya.

Hadir dalam kegiatan kick off program perbaikan 100 rumah tak layak huni di Gresik diantaranya Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wabup Aminatun Habibah, Ketua DPRD M Abdul Qodir, Kepala Dinas CKPKP Ida Lailatusa'diyah, Camat Wringinanom Arditra Risdiansyah serta para anggota NGO Habitat for Indonesia. (d)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES