Peristiwa Daerah

Stafsus Menag Apresiasi Tindakan Farhan Menghalau Pengeroyokan di Pamulang

Kamis, 09 Mei 2024 - 18:02 | 17.00k
Staf Khusus Menag bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo (tengah). (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia) 
Staf Khusus Menag bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo (tengah). (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia) 

TIMESINDONESIA, JEDDAH – Keberanian Farhan Rizky Romadon menghalau tindakan pengeroyokan kepada mahasiswi Katolik saat keributan di Pamulang mendapat apresiasi dari Staf Khusus Menteri Agama (Menag) bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo.

Menurut pria yang akrab disapa Wibowo, aksi Farhan menghalau tindakan pengeroyokan yang terjadi pada mahasiswa Katolik di Pamulang meskipun berujung dia mendapatkan luka adalah bentuk keberanian menolak kekerasan.

“Aksi Farhan patut diapresiasi. Setiap kita sudah seharusnya menolak tindak kekerasan dan mengedepankan anti kekerasan. Ini bagian dari wujud sikap moderat,” ucap Wibowo di Jeddah, Kamis (9/5/2024).

Polres-Tangerang-Selatan.jpg

Dirjen Bimas Katolik Suparman bersama Kapolres Tangerang Selatan, Ketua FKUB Tangerang Selatan, Kepala Paroki Santo Barnabas Pamulang, dan perwakilan Kantor Kemenag Tangerang Selatan menggelar rapat di Polres Tangerang Selatan. (FOTO: dok. Bimas Katolik) 

Dikatakan Wibowo, persoalan keumatan sebaiknya diselesaikan dengan dialog, bukan kekerasan, apalagi sampai pengeroyokan. Jika didiskusikan dengan baik, Wibowo yakin akan didapat solusi bersama atas persoalan yang terjadi.

"Farhan bisa menjadi contoh bagi kita bersama tentang persahabatan universal, persahabatan yang tidak dibatasi sekat agama," sebut Wibowo.

"Farhan juga mengingatkan kita tentang pentingnya menolak tindak kekerasan dan mengedepankan dialog," sambungnya.

Kemenag terus berupaya menguatkan moderasi beragama. Ada empat indikator penguatan, salah satunya anti kekerasan. Tiga indikator lainnya adalah komitmen kebangsaan, toleransi, dan ramah tradisi.

Respons Dirjen Bimas Katolik

Sebelumnya Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Suparman menggelar rapat merespons adanya keributan yang terjadi antarumat masyarakat yang terjadi di Jalan Ampera, Babakan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel) pada 5 Mei 2024 lalu. Saat kejadian, sejumlah mahasiswa tengah menggelar doa bersama (Rosario) menurut ajaran Katolik.

Satu hari setelah kejadian, tepatnya Senin (6/5/2024) Suparman bersama Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tangerang Selatan, Kapolres Tangerang Selatan, Pastor Kepala Paroki Santo Barnabas Pamulang, dan perwakilan Kantor Kemenag Tangerang Selatan menggelar rapat di Polres Tangerang Selatan.

Usai rapat yang berlangsung dari pukul 16.00 sampai 18.30 WIB, Suparman mengajak umat Katolik untuk terus menjaga kedamaian, semangat toleransi, dan kerukunan antarumat beragama.

Menurut Suparman, pertemuan digelar untuk menciptakan suasana kondusif dan damai di tengah masyarakat. Umat Katolik diharapkan untuk bijak dan hati-hati menyikapi hal ini.

“Saat ini di tempat kejadian sudah kondusif. Mahasiswa sudah melakukan kegiatan sehari-hari seperti kuliah dan bekerja dengan baik. Sambil menunggu pihak kepolisian bekerja, umat Katolik diharapkan bijak dan hati-hati, tidak terhasut, serta tidak terprovokasi dalam menyikapi peristiwa ini,” ungkap Dirjen.

Hadir pula lebih kurang 20 perwakilan ormas dari 300 orang yang hadir (ormas PETIR yang mewadahi wilayah Papua, Maluku, NTT, Kalimantan, Bali, dan NTB, organisasi Gerakan Taruna Nusantara (GTN), Ormas Pemuda Katolik, dan kuasa hukum korban).

“Saya akan memberikan dukungan serta kerja sama dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," sambungnya seraya berharap peristiwa ribut antarwarga tidak terulang dan semua bentuk potensi masalah bisa diselesaikan dengan baik. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES