Peristiwa Daerah

Sri Sultan HB X: Kabupaten/Kota Perlu Kesempatan Belajar Kelola Sampah

Kamis, 09 Mei 2024 - 20:56 | 15.46k
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Foto: Dok. TIMES Indonesia)
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Foto: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan pentingnya memberi kesempatan kepada kabupaten/kota untuk belajar mengelola sampah di daerahnya masing-masing. 

Hal ini dimaksudkan agar kabupaten/kota mendapatkan pengalaman sendiri dan dapat kreatif mencari solusi pemecahan persoalan sampah di masing-masing daerahnya.

Menurut Sri Sultan, pengelolaan sampah juga membutuhkan komitmen dari pihak pemerintah kabupaten/kota. Masing-masing kabupaten/kota akan mencari teknologi yang paling tepat untuk mengatasi maslah di daerah masing-masing. 

“Kami sendiri di provinsi tidak mengurusi problem sampah. Jadi bagi saya, berilah kesempatan bagi kabupaten/kota. Kalau misalnya nanti nabrak, kan bisa berpikir untuk mencari jalan keluar. Dengan komitmen, tentu kabupaten/kota bisa menemukan sendiri teknologi pengelolaan sampah yang paling cocok untuk mengatasi persoalannya masing-masing,” kata Sri Sultan, Kamis (9/5/2024).

Sri Sultan berharap, kabupaten/kota juga bisa mengedukasi masyarakatnya terkait kesadaran dalam upaya memilah, mengurangi sampah, hingga mengolah sampah secara mandiri. Edukasi ini juga perlu melibatkan para pekerja pengangkut sampah.

“Kalau pengolahan sampah butuh sampah yang sudah dipilah-pilah, tentu masyarakat juga harus diedukasi. Karena kalau pas diangkat dicampur lagi, ya percuma,” imbuh Sri Sultan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, pihaknya telah banyak berbicara dengan pemerintah kabupaten/kota maupun pemerintah provinsi untuk mengatasi masalah sampah.

Menurutnya, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota sudah banyak bekerja keras dalam hal penanganan sampah.

“Yang pertama harus dipelajari adalah bagaimana kondisi kabupaten/kota masing-masing, termasuk bagaimana masyarakatnya. Dengan begitu kita bisa pelajari metode pengolahan sampah apa yang paling tepat untuk penyelesaian masalah sampah di daerah tersebut,” ungkapnya.

Diakui Rosa, saat ini komunikasi pemerintah daerah dengan pusat terus berjalan. Dan menurutnya, komitmen dari para kepala daerah menjadi hal yang utama.

Selanjutnya, menurut Rosa yang terpenting dalam upaya pengolahan sampah ialah konsistensi. Ketika daerah membentuk industrialisasi pengolahan sampah, konsistensi sangat dibutuhkan agar keberhasilan pengolahan sampah bisa dicapai.

“Konsistensi ini bisa dari hal pengumpulan sampah atau konsistensi memilah sampah. Dan penentu keberhasilan lainnya ialah kesadaran masyarakat. Kesadaran masyarakat dibangun tidak hanya daeri pemerintah, tapi juga bisa dilakukan dari organisasi, baik kemasyarakatan maupun keagamaan. Semua bisa digerakan bagaimana membangun kesadaran mengelola sampah,” pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES