Peristiwa Daerah

Sempat Vakum, Ini Pesan Wali Kota Surabaya pada Cak dan Ning Cilik

Minggu, 12 Mei 2024 - 09:17 | 21.66k
Penyematan penghargaan oleh Walikota Surabaya, Eri Cahyadi kepada sang jawara Cak dan Ning Cilik. (Foto: Siti Nur Faizah/TIMES Indonesia) Foto 2: Para finalis Cak dan Ning Cilik. (Foto: Siti Nur Faizah/TIMES Indonesia)
Penyematan penghargaan oleh Walikota Surabaya, Eri Cahyadi kepada sang jawara Cak dan Ning Cilik. (Foto: Siti Nur Faizah/TIMES Indonesia) Foto 2: Para finalis Cak dan Ning Cilik. (Foto: Siti Nur Faizah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Sempat vakum selama 19 tahun, Cak dan Ning Cilik Surabaya kembali digelar dan mendapat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat Kota Surabaya. 

Terbukti dengan pendaftar usia 8 - 12 tahun tersebut mencapai kurang lebih 400 peserta. Hingga pada Sabtu (11/5/2024) malam, hanya tersisa 15 pasangan Cak dan Ning Cilik yang melenggang ke babak Grand Final. 

Hal tersebut mendapat sambutan hangat dari Walikota Surabaya, Eri Cahyadi. Menurutnya, Cak dan Ning Cilik bisa menjadi cikal bakal penerus atau pemimpin yang luar biasa bagi Kota Pahlawan. 

"Dalam kegiatan ini juga ada keberanian untuk mengeluarkan pendapat dan ekspresi. Ini yang saya harapkan di Kota Surabaya," ujarnya. 

Pembentuk karakter hebat pada anak, lanjut Cak Eri, sapaan karibnya, tak lepas dari peran orang tua dan para tenaga pendidik. 

"Maturnuwun untuk para orang tua yang hebat dan juga guru-guru yang sudah menjadikan anak-anak Surabaya memiliki karakter luar biasa untuk bisa berekspresi," ucapnya dengan bangga. 

Wali Kota Surabaya berharap, Cak dan Ning Cilik ini harus terus dikembangkan untuk proses lebih lanjut, yang diharapkan karakter nya akan terbentuk dan semakin kuat ketika dewasa. 

"Kami ingin anak-anak maupun pemuda Surabaya bisa mengeluarkan ekspresi tanpa harus terbatas apapun. Untuk Cak dan Ning, ubahlah Kota Surabaya menjadi kota yang penuh senyum dan penuh kebahagiaan," pesan Cak Eri. 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Paguyuban Cak dan Ning Surabaya, Sereza Buana Febrian mengaku akan concern terhadap Budaya Arekan, Suroboyoan, maupun Jawa Timuran. 

Menurutnya, budaya tersebut sudah mulai pudar di tengah arus modernisasi yang semakin berkembang.

"Cak dan Ning Cilik ini bersama para senior akan membantu Disbudporapar dan Dispendik. Dalam sisi pendidikan, kami ingin ada muatan lokal yang itu berfokus pada budaya tersebut," katanya. 

Lebih lanjut, di era digitalisasi saat ini, Sereza juga ingin mengoptimalkan fungsi gadget sebagai salah satu media untuk membangun Kota Surabaya. 

"Karena mereka (Cak dan Ning Cilik) akan bekerja bersama kami (Cak dan Ning senior), maka kami juga akan ajarkan bagaimana bersosial media. Mulai dari pembuatan konten, vlog dan sebagainya," pungkasnya. 

Untuk diketahui, sang jawara Cak dan Ning Cilik Surabaya tahun 2024 diraih oleh Cak Ravon dan Ning Raisa. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES