Peristiwa Daerah

Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Lontarkan Abu Setinggi 800 Meter

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:23 | 10.93k
Gunung Api Ile Lewotolok di Lembata, NTT yang mengalami erupsi, Selasa (14/5/2024). (Foto: ANTARA/HO-Badan Geologi)
Gunung Api Ile Lewotolok di Lembata, NTT yang mengalami erupsi, Selasa (14/5/2024). (Foto: ANTARA/HO-Badan Geologi)

TIMESINDONESIA, KUPANG – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat kejadian Gunung Api Ile Lewotolok di Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengalami erupsi dengan lontaran abu setinggi 800 meter di atas puncak.  

"Telah terjadi erupsi Gunung Ile Lewotolok pukul 09.12 WITA dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 800 meter di atas puncak atau 2.223 meter di atas permukaan laut," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok Jeffry Pugel dalam laporan resmi yang diterima di Kupang, Selasa (14/5/2024).  

Kolom abu tersebut teramati berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas tebal yang condong ke arah barat daya. Erupsi ini terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 34.5 mm dan durasi sementara 2 menit 17 detik.

Badan Geologi mengimbau masyarakat yang berada di sekitar gunung untuk menggunakan masker agar terhindar dari gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik. Selain itu, mereka memberikan beberapa rekomendasi penting untuk keselamatan warga dan wisatawan.

Pertama, masyarakat dan wisatawan disarankan untuk tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 2 km dari pusat aktivitas gunung. Selanjutnya, masyarakat Desa Lamatokan dan Desa Jontona diimbau agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran, longsoran lava, dan awan panas dari bagian timur puncak atau kawah gunung.

Kemudian, masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara diingatkan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 3 km dari pusat aktivitas gunung. Sementara itu, wisatawan dan masyarakat Desa Amakaka diimbau agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 3 km dari pusat aktivitas gunung.

Jeffry Pugel meminta masyarakat mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran, longsoran lava, dan awan panas dari bagian barat puncak atau kawah gunung. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES