Peristiwa Daerah

Kemarau Mulai Melanda Pacitan, Ini Dampaknya bagi Perekonomian Warga

Rabu, 15 Mei 2024 - 14:53 | 20.68k
Lahan pertanian di Desa Termasuk, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan mulai terdampak musim kemarau. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Lahan pertanian di Desa Termasuk, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan mulai terdampak musim kemarau. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITAN – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, sejak awal Mei 2024 mulai terasa dampaknya terhadap perekonomian lokal. Hal ini bisa berpotensi terhambatnya berbagai sektor usaha, terutama pertanian dan peternakan.

Menurut Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kabupaten Pacitan (Perumdam Pacitan), Agus Suseno, debit persediaan air bersih di Pacitan telah berkurang 10-30 persen sejak awal Mei 2024. Hal ini menyebabkan kekhawatiran akan terjadinya krisis air bersih di wilayah tersebut.

"Saat ini debit persediaan air bersih berkurang 10-30 persen sejak awal Mei 2024," kata Agus Suseno, Rabu (15/5/2024).

Sebagai antisipasi kekeringan, Perumdam Pacitan telah memulai menerapkan sistem giliran operasional dalam pembagian air kepada pelanggan. Agus Suseno mengatakan, saat ini belum ada laporan dari warga soal kekurangan air. 

"Saat ini belum ada laporan dari warga soal kekurangan air. Kami menunggu data dari BPBD. Hari ini rapat bersama Pemkab Pacitan persiapan menghadapi kemarau," imbuhnya.

Sementara itu, di sektor pertanian, kekeringan menyebabkan gagal panen pada sejumlah tanaman padi. Hal ini berakibat pada penurunan pendapatan para petani dan berpotensi memicu inflasi harga bahan pangan.

Lahan-pertanian-2.jpgDebit air irigasi pertanian di Kabupaten Pacitan mulai menyusut 10-30 persen. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

"Kemarau ini sangat berdampak pada petani. Banyak tanaman padi yang gagal panen. Harga beras juga naik karena pasokan berkurang," keluh petani di Desa Tremas, Kecamatan Arjosari. Ali Jam'an. 

Di sektor peternakan, ancaman kekeringan bisa menyebabkan kesulitan air minum bagi ternak hingga potensi kematian.  "Ya khawatir, soalnya kalau air bersih tidak memadai, ternak kami kurang sehat," ujar peternak di Desa Ploso, Kecamatan Punung, Kateni. 

Sementara itu, Kades Tremas Nur hadi mengungkapkan, menghadapi musim tanam ini, kemarau menjadi kendala di sektor pertanian.  "Seperti biasa Pemerintah Desa Tremas berupaya maksimal membantu ketersediaan air pertanian," terangnya. 

Sebagai antisipasi krisis air bersih, Nur Hadi menjelaskan, ada dua cara yang saat ini bisa dilakukan.

"Pertama membuat bendungan temporer bekerjasama dengan Desa Sedayu. Yang kedua memompa air sungai dengan diesel sejauh 600 meter ke lokasi persawahan," jelasnya. 

Potensi kemarau di Kabupaten Pacitan ini menunjukkan pentingnya upaya antisipasi dan mitigasi kekeringan di masa depan. Pemkab Pacitan perlu meningkatkan investasi dalam infrastruktur irigasi dan sistem penyimpanan air, serta mendorong penggunaan teknologi hemat air di sektor pertanian dan peternakan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES