Peristiwa Daerah

Januari - Maret, BPBD Catat 104 Bencana Alam Terjadi di Kabupaten Mojokerto

Rabu, 15 Mei 2024 - 16:50 | 12.64k
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mendampingi Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono meninjau lokasi banjir di Desa Kedunggempol, Mojosari, Kabupaten Mojokerto. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mendampingi Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono meninjau lokasi banjir di Desa Kedunggempol, Mojosari, Kabupaten Mojokerto. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MOJOKERTO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Mojokerto mencatat selama Januari-Maret 2024 terjadi 104 bencana alam. Bencana alam yang mendera Bumi Majapahit ini didominasi oleh cuaca ekstrem yang mengakibatkan terjadinya banjir, tanah longsor dan angin kencang.

Kabid Kedaruratan dan Logistik, Abdul Khakim menyatakan bahwa pihaknya telah mencatat berbagai jenis kebencanaan yang terjadi selama kurun tiga bulan terakhir. Bencana hidrometeorologi menjadi jenis kebencanaan terbanyak yakni banjir dan angin kencang.

“Selama Januari 2024 ada 61 jenis bencana alam, terbanyak angin kencang 31 kejadian,” kata Khakim kepada TIMES Indonesia, Rabu (15/5/2024).

Menurut catatan BPBD Kabupaten Mojokerto, angin kencang terparah menimpa Desa Mojowono, Kemlagi, Kabupaten Mojokerto pada 1 Januari 2024 lalu. Puluhan rumah dikabarkan mengalami rusak berat hingga ringan.

Pada 11 Januari 2024 lalu terjadi bencana angin kencang di Desa Wunut, Desa Kutorejo, Kecamatan Kutorejo dengan korban rumah rusak berat hingga ringan yang menimpa 33 orang.

“Bulan Februari 2024 bencana alam yang terjadi di Kabupaten Mojokerto adalah cuaca ekstrem. Kami mencatat setidaknya ada 33 jenis bencana alam,” kata Khakim.

Bencana alam yang terjadi diantaranya adalah banjir, kebakaran, pohon tumbang, tanah longsor. Terbanyak jenis bencana yang adalah banjir. Banjir terparah tercatat dialami Desa Salen, Kecamatan Bangsal pada 27 Februari 2024 lalu. Sedikitnya kurang lebih 56 hektar lahan sawah padi terendam banjir dan berpotensi gagal panen.

Bulan Maret 2024 tercatat Kabupaten Mojokerto mengalami 10 jenis bencana alam. Tanggul jebol yang mengakibatkan banjir di empat titik terjadi di bulan ini. Tiga desa mengalami imbas tanggul jebol secara bersamaan tepatnya pada 5 Maret 2024 lalu. Ketiga Desa itu adalah Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari. Desa Ngrame, Kecamatan Pungging. Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari.

Tanggul jebol berakibat banjir yang menimpa Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari mengakibatkan setidaknya 330 rumah terendam air dengan ketinggian 10 cm.

Banjir akibat tanggul jebol yang terjadi di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging tercatat paling parah. Setidaknya 800 rumah dan 1.800 jiwa mengungsi akibat banjir yang menggenangi rumah warga dengan ketinggian 30 cm - 1 meter ini.

Banjir akibat tanggul jebol yang terjadi di Desa Kedunggempol, Mojosari mengakibatkan setidaknya 10 hektar sawah terendam banjir puluhan rumah terendam banjir dengan ketinggian 5 - 30 cm.

Sementara banjir di Desa Wringinrejo, Sooko, Kabupaten Mojokerto pada 9 Maret 2024 lalu mengakibatkan rumah warga terendam air dengan ketinggian hingga 80 cm. Tempat pengungsian akhirnya didirikan di dua lokasi. Lansia, anak-anak dan balita pun terdampak. Terkini, Kabupaten Mojokerto dilanda musim kemarau. Masyarakat diimbau berhati-hati dan mewaspadai akan berbagai potensi terjadinya kebakarakan baik kebakaran lahan, hutan, dan bangunan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES