Peristiwa Daerah

Sambut Idul Adha, Sapi Kurban di Sanan Kota Malang Diberi Jamu Hingga Pakan Spesial

Minggu, 26 Mei 2024 - 19:09 | 17.86k
Sejumlah sapi siap kurban yang berada di peternakan Sanan, Kota Malang. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Sejumlah sapi siap kurban yang berada di peternakan Sanan, Kota Malang. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Jelang Idul Adha 2024, sejumlah peternak sapi mulai melakukan persiapan. Salah satu persiapannya, yakni memberi makan spesial dan jamu. Seperti yang dilakukan para peternak di Sanan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Salah satu peternak Sapi, Setyo Kuncoro mengatakan, dirinya memiliki ramuan jamu khusus bagi sapi agar selalu sehat dan terhindar dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

"Kami beri jamu. Ramuannya dari kunir, temulawak sama telur bebek," ujar Setyo, Minggu (26/5/2024).

Kemudian, ramuan jamu itu dicampur menjadi satu dan dimasukkan ke dalam ember berkapasitas 20 meter.  "Satu ember itu bisa digunakan untuk 4 ekor sapi. Dan dalam sebulan, biasanya kami berikan antara 2 hingga 3 kali," ungkapnya.

Selain ramuan jamu, makanan spesial juga ia siapkan untuk mempercepat pertumbuhan sapi.  Untuk makanan spesial tersebut, yaitu kominasi antara rumput, ampas kedelai hingga ampas tahu.

"Jadi, kita kasih makan ampas kedelai sama ampas tahu. Rumput buat selingan aja. Biasanya 3 atau 4 bulan, sapi sudah terlihat gemuk," katanya.

Di lokasi peternakan, setidaknya ada sekitar 16 sapi yang dirawat dengan jumlah paling banyak, yaitu sapi berwarna hitam putih atau jenis Londo hingga Limosin. Selain memberikan makanan spesial dan ramuan jamu, para peternak juga rutin membersihkan kandang.

"Petugas kesehatan dari dinas juga datang untuk mengecek kesehatan. Termasuk, kami juga proaktif memanggil mantri atau tenaga kesehatan untuk suntik vitamin," tuturnya.

Setyo memperkirakan, penjualan sapi di Idul Adha 2024 ini lebih bergairah dibandingkan tahun lalu. Mengingat, tahun lalu peternak sapi kelimpungan dan harus berjibaku dengan PMK yang merebak ke hampir seluruh wilayah di Indonesia.

"Kalau sekarang, PMK sudah bisa ditangani dan tidak menular cepat seperti tahun lalu. Setidaknya tidak sampai mati terus, seperti dulu saat parah-parahnya," katanya.

Di sisi lain, harga sapi di peternakannya cukup bervariatif. Bahkan, jelang Idul Adha 2024 harga meningkat sekitar Rp2 sampai Rp3 juta dari harga normal.

"Kalau sapi Limosin harganya di atas Rp30 juga. Kalau sapi Londo harganya Rp12 sampai Rp13 juta. Biasanya pembeli datang seminggu sebelum Idul Adha," tandas peternak sapi di Sanan Kota Malang ini. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES