Peristiwa Daerah

Tolak RUU Penyiaran, Jurnalis Lamongan Aksi Jalan Mundur sebagai Simbol Kemunduran Demokrasi

Senin, 27 Mei 2024 - 13:57 | 13.43k
Puluhan juru warta yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Lamongan, melakukan protes terhadap pembahasan RUU Penyiaran, Senin (27/5/2024). (FOTO: MFA Rohmatillah/ TIMES Indonesia)
Puluhan juru warta yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Lamongan, melakukan protes terhadap pembahasan RUU Penyiaran, Senin (27/5/2024). (FOTO: MFA Rohmatillah/ TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Puluhan juru warta yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Lamongan, melakukan aksi jalan mundur menuju Kantor DPRD Lamongan, sebagai bentuk penolakan terkait pembahasan RUU Penyiaran.

Aksi dimulai dari Balai Wartawan Lamongan di Jalan Kombespol M Duryat Lamongan. Mereka berjalan menuju Pemkab Lamongan dan Gedung DPRD Lamongan, dengan membentangkan spanduk dan poster berisi tuntutan.

"Ada sejumlah pasal yang berpotensi mengancam kemerdekaan pers, sehingga kami dari Aliansi Jurnalis Lamongan meminta DPR agar mengKaji ulang draf revisi UU Penyiaran," kata Korlap aksi, Kadam Mustoko, Senin (27/5/2024). 

Beberapa poin tuntutan tersebut antara lain menolak dan meminta agar sejumlah pasal dalam draf revisi RUU Penyiaran yang berpotensi mengancam kemerdekaan pers dicabut.

Kemudian meminta DPR mengkaji kembali draf revisi RUU Penyiaran dengan melibatkan semua pihak termasuk organisasi jurnalis serta publik.

Dan yang jetiga meminta kepada semua pihak untuk mengawal revisi RUU Penyiaran agar tidak menjadi alat untuk membungkam kemerdekaan pers serta kreativitas individu di berbagai platform.

 "Kami menyayangkan draf revisi RUU Penyiaran yang terkesan disusun secara tidak cermat dan berpotensi mengancam kemerdekaan pers, terlebih penyusunan tidak melibatkan berbagai pihak seperti organisasi profesi jurnalis atau komunitas pers dan dalam draf tersebut juga terdapat sejumlah pasal yang menjadi perhatian khusus bagi jurnalis," ujarnya. 

Saat berada di kantor Pemkab Lamongan, puluhan jurnalis Lamongan ini diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Nalikan.

"Sebagai bagian dari proses demokrasi, kami mendukung aksi yang dilakukan oleh para jurnalis Lamongan ini," kata Nalikan di hadapan para jurnalis. 

Usai dari kantor Pemkab, puluhan jurnalis ini kemudian menggelar aksi longmarch dengan berjalan mundur menuju gedung DPRD Lamongan.

Aksi jalan mundur ini dilakukan sebagai simbolisasi mundurnya nilai-nilai demokrasi yang menjadi dasar kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Di gedung DPRD Lamongan, puluhan jurnalis diterima oleh wakil ketua DPRD Lamongan, Khusnul Aqib dan sekretaris DPRD Lamongan Aris Wibawa.

 Sama seperti Nalikan, Aqib juga mendukung penuh apa yang menjadi tuntutan para jurnalis. Aqib juga berjanji akan menyuarakan tuntutan jurnalis Lamongan ini ke pemerintah pusat.

"Kami mendukung penuh aksi para jurnalis Lamongan ini dan akan menyampaikan aspirasi ini ke pemerintah pusat," ungkap Khusnul Aqib. 

Usai menyampaikan aspirasinya, puluhan jurnalis kemudian kembali ke Balai Wartawan Lamongan dengan kawalan petugas kepolisian yang mengawal jalannya aksi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES