Peristiwa Daerah

Tragedi Longsor Ende: Satu Keluarga Tewas Tertimbun saat Terlelap

Jumat, 07 Juni 2024 - 18:11 | 51.96k
Potret satu keluarga yang tewas tertimbun longsor di Ende, NTT, Jumat (7/6/2024). (Foto: Dok Polres Ende for TIMES Indonesia)
Potret satu keluarga yang tewas tertimbun longsor di Ende, NTT, Jumat (7/6/2024). (Foto: Dok Polres Ende for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, ENDE – Bencana longsor menimpa sebuah keluarga di Lingkungan Tiwuberu B, Kelurahan Rewarangga Selatan, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende, Jumat (7/6/2024) pagi, pukul 05.30 WITA.

Peristiwa ini merenggut nyawa empat anggota keluarga yang tengah tertidur lelap.

Korban terdiri dari Bernardus Bata (55), seorang tukang bangunan; Hendrika Oka (40), seorang penjual sayur keliling; dan dua anak mereka, Maria Avika Wonga (7) dan Ecan (1 tahun 5 bulan).

Yohanes Mari, tetangga korban, telah mengingatkan Bernardus Bata dan keluarganya agar segera evakuasi ke tempat yang lebih aman. Peringatan ini disampaikan mengingat hujan dengan intensitas rendah mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis malam hingga Jumat pagi.

Yohanes bahkan sempat berteriak memanggil Bernardus agar segera keluar dari rumah yang berada di bukit terjal.

"Saat longsor terjadi, saya dan istri saya berteriak memanggil mereka, tapi mereka tidak mendengar. Longsor dari atas datang, saya pikir rumah kosong, tetapi ternyata ada orang di dalam," ungkap Yohanes.

Longsor-di-Ende.jpg

"Saya pun sempat mengingatkan mereka untuk berhati-hati karena hujan, tetapi mereka merasa aman. Saya terus terjaga dan memeriksa hingga tujuh kali, hingga pagi jam 6 terjadi longsor," tambah Yohanes.

Setelah menyaksikan kejadian itu, Yohanes segera berteriak memanggil warga lain dan membunyikan gong. Warga yang mendengar teriakan dan gong Yohanes segera berdatangan untuk membantu. Sayangnya, nyawa keempat korban sudah tidak bisa diselamatkan.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende, Yulius Riwu, menyatakan bahwa jenazah keempat korban akan dimakamkan besok, Sabtu (8/6/2024), di pekuburan Katolik Mautapaga. 

Hal ini, kata Yulius, dikonfirmasi setelah pihak pemerintah berkoordinasi dengan keluarga korban di rumah duka, Jalan W.Z Yohanes, Wokoweku.

“Keluarga sudah sepakat dan menyerahkan pemakaman kepada pemerintah,” ujar Yulius Riwu.

Pasca bencana yang menelan korban jiwa ini, beberapa warga yang turut mengantar korban ke ruang jenazah RSUD Ende tergerak untuk membantu. Sambil menunggu koordinasi antara pemerintah dan keluarga, warga dan kerabat korban secara sukarela mengumpulkan sumbangan untuk membantu acara pemakaman.

“Kita prihatin dan tergerak untuk membantu korban longsor Ende. Kita doakan mereka diterima di surga,” kata salah seorang warga. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES