Peristiwa Daerah

Menolak Punah, Ontel Mbah Untung Pacitan Sempat Ditawar Jutaan Rupiah

Rabu, 26 Juni 2024 - 18:56 | 16.90k
Mbah Untung dan ontel tuanya di Desa Sirboboyo, Pacitan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Mbah Untung dan ontel tuanya di Desa Sirboboyo, Pacitan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITAN – Di era modernisasi yang serba digital, masih ada sosok yang setia menemani perjalanan hidup Mbah Untung, seorang pria berusia 68 tahun dari Dusun Ngemplak, Desa Sirboboyo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan. Sosok itu bukan smartphone keluaran terbaru, melainkan ontel jengki miliknya yang berusia lebih tua dari dirinya sendiri.

Ontel warisan kakeknya ini bukan sembarang ontel. Usianya mencapai 150 tahun, kokoh menemani Mbah Untung dalam suka dan duka. "150 tahun lebih, lha wong dari kakek saya," ujarnya, Rabu (26/6/2024).

Mbah-Untung-dan-ontel-tuanya-2.jpg

Kisah perjalanan hidupnya seolah terekam dalam setiap karat di bodinya, rantai yang sudah berkarat, dan sadel yang sudah usang. Setiap hari, Mbah Untung tak pernah lepas dari ontelnya ini. 

"Semua masih asli, hanya ganti ban, dan rem, dulunya tromol, tapi karena bikin ribet pas jalan ke ladang, akhirnya ganti manual," ungkapnya. 

Ontel jengki itu dipakai untuk ke ladang mencari rumput dan mengantarkan kayu bakar. Sedangkan sepeda satunya dipakai sang istri berjualan jajanan pasar. 

"Ada satu lagi dipakai istri buat ke pasar kelapa jual punten," imbuh Untung. 

Kesetiaan Mbah Untung kepada ontelnya ini bahkan menarik perhatian banyak orang. Pernah, ada yang menawar ontelnya dengan harga fantastis, hingga jutaan rupiah. Namun, Mbah Untung dengan tegas menolaknya.

"Nggak mungkin saya jual, naik ini (sepeda ontel) enak sekali," tegas Untung. 

Bagi Mbah Untung, ontelnya ini bukan sekadar alat transportasi. Ontel ini adalah saksi bisu perjalanan hidupnya, pengingat akan perjuangannya di masa lalu, dan simbol kesetiaan. 

Di tengah gempuran modernisasi, Mbah Untung memilih untuk tetap memelihara alat transportasi unik tersebut. 

Dan itu menjadi bukti bahwa cinta, kesetiaan masih bisa ditemukan di era modern, bahkan dalam bentuk sebuah ontel tua yang penuh kenangan di Pacitan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES