Peristiwa Daerah

Hacker Serang Kominfo, Akun Medsos Ning Lia Turut Diretas

Kamis, 27 Juni 2024 - 20:13 | 13.86k
Akun milik Dr. Lia Istifhama. M. E. I tak luput dari kejahatan Cyber.
Akun milik Dr. Lia Istifhama. M. E. I tak luput dari kejahatan Cyber.

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Situasi keamanan nasional terancam oleh peretasan data. Aksi kejahatan cyber crime itu bahkan mulai merembet data Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS).

Hingga saat ini PDNS mengalami gangguan atau down. Gangguan yang diduga berasal dari serangan ransomware peretas ini berdampak pada layanan publik yang terintegrasi seperti layanan imigrasi.

Jika pusat data nasional saja kebobolan bagaimana dengan data personal yang begitu mudah diretas?

Hal serupa dialami Senator DPD RI terpilih asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama M.E.I. Ning Lia mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan. Ia menjadi korban hacker atau kejahatan siber (cybercrime).

Data miliknya diretas, akun sosial medianya juga terimbas. Yang mengagetkan, nomor WhatsApp juga mengalami kejadian aneh.

"Nomor WhatsApp saya juga mengalami kejadian aneh yang mana tidak bisa digunakan sekian menit dan semua pesan yang dikirim tidak masuk dalam histori," tuturnya, Kamis (27/6/2024).

Tidak lama kemudian nomornya mengalami blokir secara tiba-tiba. Padahal tidak membuka aplikasi atau link apapun. 

Begitu juga e-mail miliknya sehingga  dirinya mengirimkan email ke [email protected] dan Email [email protected] untuk meminta keterangan lebih lanjut.

Karena tidak ada respon, ia pun berkunjung ke kantor resmi Google Indonesia dikawasan SCBD.

Lagi-lagi tidak ada respon, petugas setempat mengarahkan langsung di kantor terpusat Singapore. 

Sementara itu pakar TI sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, mengatakan, data-data strategis dan sensitif milik negara tampaknya tidak luput dari incaran peretas. "

"Ini bukan hanya tentang kebocoran sembarangan, melainkan tentang keamanan nasional yang terancam," ujar Heru. 

Di tengah desakan publik ini, Heru Sutadi meminta Presiden Joko Widodo untuk secara pribadi turun tangan. 

"Ini saatnya pemerintah menunjukkan keseriusannya dalam melindungi data dan infrastruktur digital negara," ucap Heru. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES