Peristiwa Daerah

Miko-Fatikhin Terpilih Pimpin AJI Kediri Hingga 2027

Minggu, 30 Juni 2024 - 00:22 | 13.05k
Ketua Umum AJI Indonesia Nani Afrida (tengah) bersama Ketua dan Sekretaris AJI Kediri periode 2024-2027 Agung Kridaning Jatmiko (kiri)  dan Kholisul Fatikhin (kanan). (FOTO: Dok. AJI Kediri)
Ketua Umum AJI Indonesia Nani Afrida (tengah) bersama Ketua dan Sekretaris AJI Kediri periode 2024-2027 Agung Kridaning Jatmiko (kiri) dan Kholisul Fatikhin (kanan). (FOTO: Dok. AJI Kediri)

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri punya nahkoda baru. Dalam konferensi kota (konferta) AJI Kediri 2024, pasangan Agung Kridaning Jatmiko (Bacaini) dan Kholisul Fatikhin (Kediripedia) terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris AJI Kediri periode 2024-2027. Keduanya meraih suara terbanyak, mengungguli pasangan Ubaidillah-Hamam Defa.

Konferta AJI Kediri berlangsung Sabtu pagi hingga malam, dengan diikuti 37 jurnalis dari 54 anggota. Mereka datang dari berbagai wilayah seperti antara lain Kediri, Tulungagung, Blitar, Trenggalek, Ngawi, dan Madiun. Konferta ini merupakan yang ketujuh digelar AJI Kediri. 

Sebagai ketua terpilih, Miko - sapaan akrab Agung Kridaning Jatmiko, telah mempersiapkan penguatan program. Seperti pendalaman diskusi ideologi AJI,  pengembangan lembaga pendidikan bentukan AJI Kediri, yakni Jayabaya Institute serta mematangkan rencana pembentukan AJI biro di wilayah Tulungagung dan Trenggalek. 

“Kepengurusan AJI Kediri ke depan akan berupaya menguatkan organisasi dan kapasitas anggota,” kata Miko, Minggu (30/06/2024). 

Sementara itu, Ketua Umum AJI Indonesia Nani Afrida yang hadir sebagai peninjau menegaskan kesolidan antar anggota dan jaringan menjadi modal utama menghadapi tantangan ke depan.

Selain Nani, pengurus AJI Indonesia lainnya juga hadir dalam Konferta AJI Kediri. Di antaranya pengurus Bidang Gender Ira Rahmawati, serta Majelis Pertimbangan Legislasi (MPL) Ika Ningtyas.

“AJI Kediri perlu ikut mengawal isu-isu yang berdampak terhadap publik. Misalnya rancangan UU KUHP dan UU Penyiaran yang yang mengancam kebebasan berekspresi,” kata 
mantan jurnalis Jakarta Post tersebut. 

Konferta AJI Kediri tak hanya memilih Ketua dan Sekretaris baru. Di akhir sesi, peserta juga memilih Majelis Pertimbangan Legislasi (MPL) dan Majelis Etik Peradilan Organisasi (MEPO) AJI Kediri periode 2024-2027.

Bedah Buku Suara-suara Terabaikan 

Sebelum digelar Konferta, juga dilakukan desiminasi dan bedah buku Suara-suara Terabaikan. Ketua Umum AJI Indonesia Nani Afrida dan Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Kediri (UNISKA) menjadi penanggap dalam desiminasi dan bedah buku Suara-suara Terabaikan.

Buku yang membahas tentang isu-isu kaum minoritas yang terpinggirkan seperti disabilitas, penghayat, budaya, hingga keagamaan tersebut juga menjadi kenangan dan catatan manis AJI Kediri kepengurusan 2021-2024. 

Ketua AJI Kediri 2021-2024 Danu Sukendro menceritakan desiminasi dan bedah buku ini bermula dari kegiatan workshop penulisan indept reporting Jayabaya Institut yang digelar beberapa bulan lalu.

Menurut dia, penulisan indept reporting itu memang sangat jarang diminati oleh para penulis khususnya para jurnalis. Hasilnya workshop 7 penulisan indept reporting itu dibukukan dengan judul Suara-suara Terabaikan ditambahkan 4 luaran pelatihan yang digelar AJI Kediri. "Ada 11 penulis di buku Suara-suara Terabaikan," jelasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES