Peristiwa Daerah

Bupati Ponorogo Sesalkan Pedagang Naikkan Harga Tak Wajar saat Grebeg Suro

Senin, 01 Juli 2024 - 18:48 | 10.19k
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. (Foto: Marhaban/TIMES Indonesia)
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. (Foto: Marhaban/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PONOROGOBupati Ponorogo Sugiri Sancoko merasa prihatin atas tindakan oknum pedagang makanan di alun-alun Ponorogo yang mematok harga tak wajar saat ada perayaan Grebeg Suro.

"Semestinya semua warung atau tempat makan mencantumkan daftar harga menu makanan dan minuman yang dijual," kata Bupati Sugiri Sancoko kepada wartawan, Senin (1/7/2024).

Lebih lanjut orang nomor satu di Pemkab Ponorogo ini menegaskan, event besar seperti Grebeg Suro viral karena hal-hal yang positif.

"Selain memperhatikan soal tarif, pedagang juga diharapkan memberikan pelayanan maksimal dan selalu menjaga kebersihannya," tandas Bupati Sugiri Sancoko.

Sebelumnya, pengunjung perayaan Grebeg Suro di alun-alun Ponorogo sempat dibuat kaget dengan harga makanan salah satu warung lesehan di kawasan tersebut. Karena harga makanan dinilai tak wajar atau istilah Ponoragan “ngentholan.” Makan sepincuk nasi pecel dan 2 porsi nasi campur ditarik Rp70.000. 

Sementara pihak Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperdagkum) Pemkab Ponorogo langsung turun tangan setelah viralnya berita ada pedagang di alun-alun Ponorogo yang ngentolan.

“Kami telah memanggil pedagang warung lesehan itu. Hasilnya, menurut pedagang pembeli tersebut tidak hanya menarik Rp70.000 tersebut tidak hanya memesan sepincuk nasi pecel dan 2 bungkus nasi campur, tetapi juga memesan 2 gelas air minum dan 1 bungkus peyek,” kata Kabid Disperdagkum Pemkab Ponorogo, Paras Paravirodena.

Rinciannya menurut Paras, 2 porsi nasi campur Rp20.000, nasi pecel Rp10.000, dan dua gelas air minum masing-masing Rp5.000.

“Namun dari keterangan pembeli, mereka hanya memesan 2 porsi nasi campur dan sepincuk nasi pecel,” sebut Paras.

Pihak Disperdagkum sendiri tidak ingin menyalahkan siapapun, namun membuat pedagang lalai karena tidak mencantumkan daftar harga makanan dan minuman.

“Oleh sebab itu agar kejadian tersebut tidak terulang, kami mewajibkan pedagang memasang tarif harga dalam menu jualannya,” tandas Paras.

Selain itu pihak Disperdagkum Pemkab Ponorogo mewanti-wanti kepada pedagang di alun-alun Ponorogo untuk tidak melanggar.

“Pedagang yang jalurnya akan disangsi mulai teguran, hingga larangan berjualan di alun-alun Ponorogo,” tegas Kabid Disperdagkum Pemkab Ponorogo, Paras Paravirodena. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES