Peristiwa Daerah

Ada 10 Ribu Anak Main Judi Online, Prof Ridlwan Nasir: Rajin Baca Al Qur'an Bisa Membersihkan Akal

Selasa, 02 Juli 2024 - 14:38 | 36.01k
Ketua Umum Yayasan Khadijah Prof Dr H Ridlwan Nasir MA, Selasa (2/7/2024).(Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Ketua Umum Yayasan Khadijah Prof Dr H Ridlwan Nasir MA, Selasa (2/7/2024).(Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Gebyar Prestasi Al-Qur'an Yayasan Khadijah tahun ini kembali berlangsung di Islamic Center Dukuh Kupang Surabaya, Selasa (2/7/2024). Acara tersebut diikuti oleh siswa TK, SD, SMP dan SMA Khadijah dan dihadiri oleh Pembina Yayasan Khadijah Khofifah Indar Parawansa.

Gebyar Prestasi Al-Qur'an Yayasan Khadijah merupakan sebuah agenda tahunan yang mengantar kelulusan para santri tahfidz dan tartil. Tahun ini ada 849 santri.

Surat Keputusan Kelulusan Tartil dan Pemberian Syahadah Tahfidz berlangsung khidmat dan penuh haru. Diberikan oleh Ketua Umum Yayasan Khadijah Prof Dr H Ridlwan Nasir MA dan Direktur Bil Qolam Pusat KH Anas Basori. Kemudian ada Kirab Ikrar.

Sebelumnya, siswa harus melewati tiga tahapan ujian. Mulai ujian lembaga, ujian yayasan dan ujian ilmu pesantren dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 80.00. Nilai kelulusan memang harus di atas angka tersebut. Maka tak heran jika lulusan Khadijah dikenal memiliki kualitas unggul. Sekolah di bawah naungan Yayasan Khadijah telah berhasil mencetak generasi Qurani.

Ketua Umum Yayasan Khadijah Prof Dr H Ridlwan Nasir MA menuturkan bahwa pentingnya membekali anak-anak dengan pendidikan Al-Qur'an di tengah perkembangan zaman dan teknologi. Yayasan Khadijah telah memberikan pendidikan Islam secara komprehensif. 

"Tidak hanya menghapal Al-Qur'an, tetapi mengamalkan Al-Qur'an," katanya.

Kemudian setiap hari santri juga wajib membaca Al Qur'an. Sebab membaca Al Qur'an bisa mencerdaskan otak, membersihkan jiwa, membersihkan hati dan membersihkan akal. 

"Insya Allah akan terhindar dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama, termasuk judi online," tegas Prof Dr H Ridlwan Nasir.

Anak-anak pun dididik salat secara tertib dan istiqomah. Dengan demikian, fungsi shalat adalah menghindari perbuatan keji dan mungkar.

"Kalau anak-anak aktif salat, maka Insya Allah tidak akan menyentuh judi online itu, tidak akan terpengaruh judi online karena hatinya sudah bersih, belum lagi dicerdaskan dengan Al Qur'an, belum lagi bersuci atau berwudhu setiap hari, maka hatinya akan bersih, jiwanya bersih, langkahnya bersih. Maka Insya Allah inilah antisipasi generasi sekarang, yaitu generasi muda lulusan dari Khadijah," ungkapnya.

Apa yang diungkapkan oleh Prof Ridlwan Nasir itu sekaligus menjadi bentuk keprihatinan dan langkah membentengi diri para santri.

Baru-baru ini, Satgas Pemberantasan Judi Online mendeteksi bahwa terdapat anak usia di bawah 10 tahun melakukan aktivitas perjudian secara online mencapai 80 ribu anak, atau 2 persen dari seluruh kategori usia pemain.

Kemudian, data usia pemain judi online antara 10-20 tahun sebanyak 11 persen atau kurang lebih 440 ribu orang. Selanjutnya usia 21-30 tahun sebanyak 13 persen atau 520 ribu orang, usia 30-50 tahun sebesar 40 persen atau mencapai 1,64 juta orang. Sisanya usia di atas 50 tahun berjumlah 1,35 juta orang. Maka, Prof Ridlwan Nasir menilai jika nilai-nilai dalam pendidikan agama menjadi harapan untuk mencetak generasi muda unggul dan bebas dari perbuatan yang melanggar aturan agama seperti perjudian. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES