Peristiwa Daerah

Produktivitas Tebu di Bondowoso Meningkat Melalui Program Makmur

Kamis, 04 Juli 2024 - 15:47 | 15.38k
PT Petrokimia Gresik dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) melakukan gelar teknologi dan seremonial panen tebu program Makmur, di Desa Mangli Wetan Kecamatan Tapen Bondowoso. (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
PT Petrokimia Gresik dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) melakukan gelar teknologi dan seremonial panen tebu program Makmur, di Desa Mangli Wetan Kecamatan Tapen Bondowoso. (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Melalui program Makmur, produktivitas dan rendemen tebu di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, meningkat. Tentu kondisi ini sangat menguntungkan petani.

PT Petrokimia Gresik dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) melakukan gelar teknologi dan seremonial panen tebu program Makmur, di Desa Mangli Wetan Kecamatan Tapen Bondowoso, Kamis (4/7/2024). 

Program Makmur merupakan bisnis sektor pertanian dari hulu ke hilir yang di dalamnya turut melibatkan petani melalui sinergi BUMN.

Berkat program tersebut, produktivitas tebu di Bondowoso khususnya di Tapen meningkat drastis, dari yang awalnya 76 ton per hektar naik menjadi 110 ton per hektar, atau naik 45 persen. 

Sementara dari sisi rendemen, dari 8,14 persen naik menjadi 8,94 persen atau naik sekitar 9,9 persen. 

Hal itu juga berdampak pada pendapatan. Dimana sebelumnya pendapatan 53,4 juta per hektar menjadi 69,4 juta per hektar. Atau naik sekitar 30 persen. 

Direktur Keuangan dan Umum PT Petrokimia Gresik, Robby Setiabudi Madjid menjelaskan, program PT Petrokimia tidak hanya di Bondowoso tetapi di berbagai daerah di Jawa Timur. 

Melalui program ini, PT Petrokimia Gresik bersama perbankan dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) mendukung meningkatkan sektor pertanian tebu. 

Menurutnya, dengan program ini petani tebu di Bondowoso semakin dipermudah. Akses permodalan sudah ada perbankan, kemudian untuk pupuk ada PT Petrokimia Gresik, dan SGN sebagai offtaker

Dalam sektor pertanian tebu kata dia, yang dihitung tidak hanya berat batangan tapi juga rendemen, dan di seluruh SGN rendemennya bagus. 

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang turut serta untuk menyukseskan program Makmur demi mendukung ketahanan pangan nasional,” ucap dia. 

Sementara Ketua Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI) Bondowoso, Rolis menjelaskan, ada sekitar 6.500 hektar di Kabupaten Bondowoso yang tercover melalui program Makmur. 

“Program Makmur ini bermanfaat bagi kami karena ada kepastian, ada kerjasama dengan beberapa BUMN,” jelas dia. 

Menurutnya, melalui Perbankan dan Petrokimia, petani dapat pupuk yang bagus, bahkan 2 sampai 3 hari sudah diterima. 

Menurutnya, tebu tidak boleh telat pupuk sebab jika telat akan bahaya terhadap tanaman dan tanaman akan rusak. 

“Alhamdulillah tepat waktu, berkualitas dan harganya kompetitif. Kami berharap harga pupuk lebih diturunkan lagi,” harap ketua APTRI Bondowoso ini. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES