Peristiwa Daerah

Masjid Agung Jateng Jadi Rujukan Studi Tiru Mahasiswa IAIN Kudus

Jumat, 05 Juli 2024 - 20:44 | 14.40k
Kemandirian pengelolaan operasional Masjid Agung Jawa Tengah menjadi rujukan sejumlah mahasiswa PPL Manajemen Dakwah dari IAIN Kudus untuk studi tiru. (Foto: Ihza Fajar Azhari/TIMES Indonesia)
Kemandirian pengelolaan operasional Masjid Agung Jawa Tengah menjadi rujukan sejumlah mahasiswa PPL Manajemen Dakwah dari IAIN Kudus untuk studi tiru. (Foto: Ihza Fajar Azhari/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, KUDUS – Manajemen strategi pengelolaan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dan pendidikan agama Islam yang dikelola mandiri dan sukses, menjadi rujukan sejumlah universitas untuk studi tiru di masjid setempat.

Ketertarikan menimba ilmu terkait pengelolaan masjid itu dilakukan sejumlah mahasiswa Program Pendidikan Profesi (PPL) Manajemen Dakwah dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus.

Kegiatan tersebut menjadi penting bagi para mahasiswa khususnya para pembimbing dan mahasiswa IAIN Kudus. Agenda kegiatan berlangsung sejak 2 Juli hingga 5 Juli 2024 ini melibatkan mahasiswa PPL IAIN Kudus, dosen pembimbing, dan seluruh staf Masjid Agung Jawa Tengah.

Kepala Kantor Masjid Agung Jawa Tengah, Drs. H. Muhyidin mengizinkan sejumlah mahasiswa PPL dari IAIN Kudus mengikuti semua aktifitas yang ada di masjid setempat, baik kegiatan rutin dan even-even khusus.

"Dengan berkontribusi positif, diharapkan mahasiswa PPL Manajemen Dakwah IAIN Kudus memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kegiatan di Masjid Agung Jawa Tengah," ujar Muhyidin, Jumat (5/7/2024).

Kegiatan PPL mahasiswa IAIN di masjid setempat diharapkan menjadi ajang pembelajaran berharga bagi mereka. Dimana mereka dapat mengaplikasikan teori dari kampus ke dunia nyata.

"Masjid Agung Jawa Tengah dipilih sebagai tempat pelaksanaan PPL karena peran manajemen strategi pengelolaan masjid dan pendidikan agama keislamannya yang baik," terangnya.

Seperti diketahui, Masjid Agung Jawa Tengah merupakan salah satu masjid yang berhasil terkait manajemen pengelolaan masjidnya. Sebab masjid setempat bisa mandiri dan tidak menggantungkan anggaran operasional dari pemerintah lagi.

"Kerjasama antara IAIN Kudus dan Masjid Agung Jawa Tengah, diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi kedua belah pihak," tukasnya.

Sementara itu, Pembimbing PPL Manajemen Dakwah IAIN Kudus, Dr. H. Ahmad Shofi Muhyiddin, memberikan pengarahan kepada para mahasiswanya dengan pesan mendalam.

"Ada waktu yang panjang namun manfaatnya sedikit karena kurang maksimal dalam memanfaatkan waktunya. Ada waktu singkat tetapi memiliki banyak manfaat. Semoga kita disini termasuk golongan waktu yang singkat dalam belajar, namun bisa memanen banyak berkah dan manfaat," pesan Muhyidin.

Di lain pihak, salah seorang mahasiswa PPL IAIN kudus, Wiwik Wijayanti mengaku pengalaman yang didapatkan sangat berguna bagi dirinya. Yakni mempersiapkan diri menjadi profesional di bidang keagamaan dan pengelolaan organisasi keagamaan untuk menjadi lebih baik kedepannya.

"Pengalaman PPL di Masjid Agung Jawa Tengah sangat berharga. Saya tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan praktis, tetapi memperoleh wawasan dan pemahaman mendalam tentang pengelolaan, promosi dan pengembangan masjid besar," tandasnya.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES