Peristiwa Daerah

Festival Tari Kreasi Tradisional Kota Kediri, Wadahi Bakat Generasi Muda Sekaligus Lestarikan Budaya

Sabtu, 06 Juli 2024 - 18:07 | 11.61k
Salah satu grup saat menampilkan tari kreasi tradisional (FOTO: dok Pemkot Kediri)
Salah satu grup saat menampilkan tari kreasi tradisional (FOTO: dok Pemkot Kediri)

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Para penari berusia 13 tahun hingga 24 tahun, dengan lihai menampilkan kekompakan mereka dalam Festival Tari Kreasi Tradisional Kota Kediri, Sabtu (06/07/2024). 

16 grup peserta yang berasal dari sanggar tari di Kota Kediri, bergantian membawakan tarian tradisional dengan keunikan dan ciri khas masing-masing. Festival tersebut berlangsung di Kawasan Goa Selomangleng yang menjadi ikon sejarah dan budaya Kota Kediri. 

Pj Wali Kota Kediri Zanariah mengungkapkan festival itu menjadi wadah generasi muda menyalurkan bakat sekaligus melestarikan seni budaya tradisional. Lewat kegiatan tersebut, para peserta juga diharapkan mendapat pengalaman belajar yang berbeda dari dalam kelas. 

"Teruslah giat berlatih dan jangan cepat berpuas diri. Menang kalah adalah hal biasa kalian bisa sampai di tempat ini sudah jadi kemenangan sesungguhnya. Semoga festival ini bisa menjadi pilar kelestarian seni budaya yang akan dikenang," tuturnya.

Zanariah menambahkan, dengan antusiasme yang terlihat baik dari para peserta dan penonton, festival ini bisa ditingkatkan dengan mengundang peserta dari daerah lain. Hal itu akan membuat daya tarik festival tari itu makin tinggi. 

Tahun lalu festival tari tradisional Kota Kediri diikuti oleh sekitar 28 grup peserta, terdiri 16 grup tingkat SD dan 12 grup tingkat SMP. 
"Mungkin ke depan kita bisa undang berbagai sanggar tari dan sekolah di wilayah Mataraman untuk berkolaborasi mengikuti acara ini," ungkapnya.

Para peserta Festival Tari Kreasi Tradisional ini dinilai oleh tiga dewan juri. Yakni, Yasinta Desi dari Yogyakarta, Djarot Budi dari Surakarta dan Very Andrian. Sementara itu diantara para penonton juga tampak sejumlah perwakilan OPD yang ada di pemerintahan Kota Kediri. 

Kehadiran mereka bukan tanpa alasan. Kepala Disbudparpora Zachrie Ahmad menuturkan, dengan melihat potensi para seniman tari di Kota Kediri, diharapkan OPD bisa turut melestarikan dan memajukan budaya tradisional di Kota Kediri. 

"Kita akan membuat katalog sanggar dan tari-tari. Nanti teman-teman OPD dapat menampilkan tari-tari ini ketika memiliki acara," pungkasnya. 

Kegiatan ini juga merupakan rangkaian Hari Jadi Kota Kediri ke-1145 yang mengusung tema 'Merajut Asa Dalam Keharmonian, Satu Tekad Kota Kediri Menuju Globalisasi'. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES