Peristiwa Daerah

Bawaslu Bondowoso Sarankan Penambahan TPS di Desa Rawan Kehadiran

Rabu, 10 Juli 2024 - 14:39 | 12.36k
Ketua Bawaslu Nani Agustina dan Kordiv P2H Sholikhul Huda turun langsung melakukan uji petik Coklit di Jembesari (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
Ketua Bawaslu Nani Agustina dan Kordiv P2H Sholikhul Huda turun langsung melakukan uji petik Coklit di Jembesari (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, melakukan uji petik coklit di Desa Sumberanyar, Kecamatan Jambesari Darussolah Selasa (9/7/2024). 

Ketua Bawaslu Nani Agustina dan Kordiv P2H Sholikhul Huda turun langsung melakukan uji petik di desa tersebut.

Ketua Bawaslu Nani Agustina menjelaskan, dari hasil uji petik, Bawaslu mendapatkan temuan kerawanan yang harus menjadi perhatian. Yakni kerawanan menurunnya partisipasi masyarakat. Hal ini disebabkan oleh kondisi geografis di sana. 

Menurut Nani, uji petik dilakukan di RT 18 Dusun Karanganyar. Pantauan di lapangan,  petugas Pantarlih melakukan coklit sesuai prosedur. 

“Hanya saja, letak geografis di RT ini memunculkan kerawanan," terang Nani Agustina.

Petugas Pantarlih ada dua orang. Sementara berdasarkan DP4 (Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan), ada 582 pemilih dalam satu TPS. Namun letak geografisnya sangat terjal.

"Kami bersama PPS lantas mengecek lokasi yang disebut titik tengah. Ternyata jaraknya sangat jauh. Sehingga bagi kami, perlu ada solusi," tegas Nani.

Hal senada diungkap Kordiv P2H Sholikhul Huda yang juga Ketua Timwas Mutarlih. Menurutnya, dalam penataan TPS letak geografis harus menjadi pertimbangan. 

"Sehingga tidak hanya mempertimbangkan jumlah pemilih saja, namun letak geografis sangat penting sebagai pertimbangan," terang Huda.

Pada 1 TPS yang dicoklit, terdiri dari 582 pemilih dari RT 10, 11, 12 serta 18 dan 19. Tetapi di wilayah yang sangat lebar dan terjal ini, hanya terdiri satu TPS. 

"Jika ini tidak menjadi perhatian, maka muncul kerawanan masyarakat tidak akan memilih pada 27 November nanti, karena pertimbangan jarak yang sangat jauh," terang Huda.

Mengaca pada Pemilu 14 Februari 2024, di RT 10, 11, 12 dan 18, 19 ada tiga TPS. Namun pada Pilkada kali ini, hanya ada satu TPS saja. 

"Kami meninjau letak geografisnya, dan tidak layak jika hanya berdiri satu TPS saja," tegas Huda.

Karenanya Bawaslu akan mendata wilayah tersebut sebagai daerah rawan tingkat kehadiran. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES