Peristiwa Daerah

Biaya Operasional BTS Angkutan Publik Kota Malang Diperkirakan Capai Rp1 Miliar Per Bulan

Rabu, 10 Juli 2024 - 15:53 | 9.33k
Ilustrasi Angkutan Publik di Kota Malang. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Ilustrasi Angkutan Publik di Kota Malang. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang merencanakan program Buy The Service (BTS) untuk angkutan publik Kota Malang.

Rencana ini sudah dibahas bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI agar nantinya dapat dukungan dan subsidi Pemerintah Pusat.

Program BTS angkutan publik ini akan lebih modern dan nyaman. Nantinya, angkutan umum akan dilengkapi AC, kursi sofa, rute pasti tanpa molor hingga sopir yang memiliki layanan terbaik 

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, saat ini pihaknya tengah gencar sosialisasi dan audiensi bersama para sopir angkot di Kota Malang untuk rencana program BTS Angkutan Publik yang bakal dioperasikan di tahun 2025 mendatang.

"Ini merupakan tahapan penting dengan melakukan audiensi dengan pelaku (sopir angkot)," ujar Widjaja, Rabu (10/7/2024).

Bahkan, pihak ya juga sudah melakukan serangkaian kajian ke kota kota lain yang sudah menerapkan BTS. Seperti halnya, Solo, Palembang hingga Banjarmasin.

Ia mengestimasikan, biaya operasional program BTS Angkutan Publik ini mencapai Rp1 miliar per bulannya.

Sebab, banyak hal yang harus ditanggung, salah satunya para sopir nanti akan digaji oleh Pemkot Malang sebesar Upah Minimun Kota (UMK).

"Kalau dengan 25 unit kendaraan, biaya operasional mulai BBM, Maintenance, gaji sopir yang dimana sehari bisa dua sopir untuk satu kendaraan, ya sekitar Rp900 juta sampai Rp1 miliar," ungkapnya.

Akan tetapi, dengan biaya operasional itu, ia memastikan pengaruh yang dirasakan Kota Malang sangat besar. Mulai dari mengurai kepadatan lalu lintas, mengurangi polusi hingga mengubah perilaku masyarakat.

"Impact (pengaruh) nya sangat besar. Jalanan gak terlalu padat, polusi berkurang, mengubah perilaku juga yang paling mahal," katanya.

Dengan begitu, ia terus berupaya untuk bisa mendapatkan subsidi dari Pemerintah Pusat melalui Kemenhub RI untuk operasional BTS Angkutan Publik ini.

Jika diterima, nantinya anggaran bisa teralihkan dari daerah lain ke Kota Malang.

"September ini insyallah kajian selesai dan semoga diterima Kemenhub untuk segera kita uji coba dan jalankan," ucapnya.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES