Peristiwa Internasional G20 Indonesia

Pertemuan Bilateral G20 Indonesia, RI dan AS Bahas Penanganan Krisis Global

Senin, 14 November 2022 - 16:19 | 17.84k
Pertemuan Bilateral G20 Indonesia, RI dan AS Bahas Penanganan Krisis Global
Pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, di The Apurva Kempinski Bali, Senin (14/11/2022). (Foto: BPMI Setpres)
FOKUS

G20 Indonesia

TIMESINDONESIA, JAKARTAPresiden RI Jokowi dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden memastikan komitmen untuk mengatasi krisis global, dalam pertemuan bilateral, di sela-sela G20 Indonesia, di The Apurva Kempinski Bali, Senin (14/11/2022). 

Pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, ini menjadi yang pertama dilakukan Jokowi dalam rangkaian perhelatan KTT G20 2022 di Indonesia.

Jokowi dan Biden bertemu di The Apurva Kempinski Bali pada pukul 12.30 WITA. Keduanya berjabat tangan lalu duduk berdekatan dibatasi sebuah meja bundar kecil.

Jokowi tampak didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, antara lain, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, dan Menteri BUMN Erick Thohir.

"Selamat datang di Bali. Selamat datang di Indonesia. Saya sangat menghargai kedatangan, kehadiran Presiden Biden di KTT G20 di Bali. Sekali lagi saya sangat mengapresiasi kehadiran Joe Biden dan besok kita akan mulai melakukan KTT G20," kata Jokowi yang dikutip dari BPMI Setpres, Senin (14/11/2022).

Joko-Widodo-b.jpg

Jokowi menyampaikan harapan agar KTT G20 dapat menghasilkan kerja sama konkret yang dapat membantu dunia dalam pemulihan ekonomi global.

Indonesia berharap, semua negara G20 dapat memberikan fleksibilitas agar komitmen konkret hasil KTT dapat tercapai. Jokowi juga menyampaikan isu lain yaitu pentingnya kerja sama Indo-Pacific Economic Framework (IPEF). Indonesia berkomitmen untuk memberikan dukungan dan berpratisipasi penuh pada IPEF.

"Bagi Indonesia, kerja sama konkret selalu menjadi acuan. Saya akan tugaskan Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia untuk terus menindaklanjuti kerja sama IPEF ini," kata Presiden.

Sementara itu, terkait Indo-Pasifik, Presiden Jokowi menggarisbawahi pentingnya masalah keamanan untuk dibahas. Namun, menurut Presiden, kerja sama ekonomi Indo-Pasifik juga tidak kalah penting dan perlu terus diperkuat.

"Kemitraan Indonesia, ASEAN dengan Amerika Serikat untuk membangun kemakmuran di Indo-Pasifik perlu terus diperkuat," kata Presiden.

Presiden menambahkan, sebagai Ketua ASEAN, tahun depan Indonesia akan mengadakan Indo-Pacific Infrastructure Forum yang merupakan salah satu implementasi konsep ASEAN Outlook on the Indo Pacific (AOIP).

"Saya sangat berharap AS dapat berpartisipasi dalam forum tersebut sebagai wujud dukungan AS terhadap AOIP," jelas Presiden.

Pertemuan antara kedua kepala negara ini, membahas tentang berbagai upaya untuk mengatasi krisis iklim, mendorong akses ke pangan dan energi yang terjangkau, dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi pandemi dan arsitektur kesehatan global.

Pertemuan Presiden RI Jokowi dan Presiden AS Joe Biden menegaskan langkah invetasi dari Negeri Paman Sam tersebut yang mendekati angka US$700 juta atau setara Rp10,1 triliun. 

"Melalui kemitraan ini bersama-sama kita dapat mengejar masa depan yang lebih baik melalui Millennium Challenge Corporation [MCC] Compact untuk berinvestasi hampir US$ 700 juta dan dengan kemitraan yang hebat untuk mengembangkan energi listrik berkualitas tinggi. Besok kami akan meresmikan kerja sama itu," tutur Joe Biden, yang dikutip dari halaman White House, Senin (14/11/2022). 

Dalam lembar fakta memperkuat kerja sama strategi Amerika Serikat (AS) dan Indonesia telah berhasil menyelesaikan negosiasi untuk meluncurkan MCC Compact senilai US$698 juta, di mana US$649 juta dari Amerika Serikat dan US$49 juta dari Indonesia. 

MCC Compact ini akan mendukung pengembangan infrastruktur transportasi sadar iklim berkualitas tinggi di lima provinsi; memobilisasi modal internasional untuk mendukung tujuan pembangunan Indonesia, antara lain dengan membangun kapasitas pasar keuangan Indonesia; dan meningkatkan akses keuangan untuk usaha milik perempuan dan usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia. 

Selain itu, MCC Compat juga mendukung perikanan Berkelanjutan dan Keanekaragaman Hayati Laut dengan bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia serta mendukung Pembangunan Berkelanjutan di Ibu Kota Baru Indonesia. Dukungan ini dilakukan melalui manajemen proyek dan bantuan teknis pada pembangunan ibu kota baru, dengan fokus pada konsep kota pintar dan hutan kota. 

Tidak hanya itu, dalam lembar fakta tersebut juga menyebutkan Departemen Luar Negeri AS dan Badan Pembangunan Internasional AS berencana memberi Indonesia bantuan pembangunan dan keamanan bilateral lebih dari US$150 juta. 

Pertemuan antara kedua pemimpin ini juga akan meninjau upaya untuk mempercepat kemitraan AS-Indonesia di berbagai tantangan dan peluang bersama. Upaya tersebut termasuk melalui Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) dan Partnership for Global Infrastructure and Investment (PGII). 

Selama KTT G20, Amerika Serikat dan Indonesia disebutkan akan bergabung dengan para mitra untuk mengungkap inisiatif PGII baru yang transformatif yang akan mempercepat transisi energi bersih Indonesia dan mendorong kemakmuran yang berkelanjutan.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

KOPI TIMES