Peristiwa Internasional

Hari Santri Nasional 2022 Juga Dirayakan di Sydney Australia

Selasa, 15 November 2022 - 13:11 | 24.63k
Hari Santri Nasional 2022 Juga Dirayakan di Sydney Australia
Para nahdliyin di Sydney Australia turut merayakan Hari Santri Nasional 2022 di gedung Yagoona Community Centre pada Ahad, 13 November 2022 (Foto: PCINU Australia for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, AUSTRALIA – PCINU Australia turut merayakan Hari Santri Nasional 2022. Peringatan kali ini digelar di gedung Yagoona Community Centre pada Ahad, 13 November 2022 atau bertepatan dengan 18 Rabiul Akhir 1444 H.

Ketua Pengajian NU Kaifa, Ustadz Muhammad Johan Nasrul Huda mengatakan bahwa pelaksanaan Hari Santri yang pertama kalinya di Sydney secara langsung dengan bermula njajan (face to face atau luring) bertujuan untuk memperkenalkan wajah Islam Indonesia yang penuh dengan true beauty of Islam.

Sementara Ustad Emil Idad selaku Rais Syuriah NU di NSW dan wakil Syuriah di Australia menegaskan bahwa peringatan Hari Santri merupakan momen penting untuk mengingat jasa para ulama terhadap negara Indonesia yang kita cintai. 

"Para santri tidak pernah lupa tentang jati dirinya dari mana mereka berasal. Kalangan santri juga tidak tertutup pada orang yang pernah mondok di pesantren saja. Tetapi santri juga bisa berasal dari kalangan manapun yang mau berjuang dan bergabung dalam jamaah Nahdlatul ulama yang artinya menjadi santrinya Mbah Hasyim Asy’ari," ujarnya.

Para nahdliyin dan jemaah berdatangan setelah sholat dzuhur waktu setempat di mana para santri-santri di Sydney kompak memakai sarung saat datang ke pengajian NU kali ini.

hari-santri-sydney-02.jpg

Ustadz Maslathif Dwi Purnomo selaku ketua NU wilayah NSW dan wakil ketua Tanfidziyah PCINU Australia New Zealand menambahkan momentum ini sangat penting untuk berkhidmat kepada NU dan mengamalkan ilmu-ilmu dari pesantren di mana saja kita berada. 

Ustadz Maslathif sendiri merupakan penerima beasiswa S3 dari Kemenag RI yang saat ini nyantri di Universitas Charles Sturt. Ia terkenal sebagai ahli linguistik dan selalu antusias dalam penyelenggaraan kegiatan-kegiatan NU di Sydney.

Peringatan Hari Santri Nasional ini mengambil tema 'Santri Indonesia Mendunia'. Walhasil santri-santri yang dulunya mondok dan mangan nasi bungkus dibagi dengan teman-teman satu kamar, sekarang berada di salah satu kota terbesar di Australia. 

Peran-peran mereka di masyarakat yakni membawa misi ajaran Islam ahlussunnah waljamaah dan mengamalkan ilmu Al-Quran, Hadits, tajwid fiqh dan lain sebagainya kepada para santri-santri penerus agama Islam di negara Kanguru ini. 

hari-santri-sydney-03.jpg

Kiprah para santri di Sydney dibuktikan dengan keikhlasan para nahdliyin yang sedang belajar di Sydney untuk mengajar anak-anak TPA Maarif tanpa dibayar. Bahkan para asatidz TPA saling mengulurkan iuran untuk membayar sewa tempat TPA tersebut.

Tak beda dengan kegiatan TPA, di peringatan Hari Santri Nasional kali ini, para santri- santri di Sydney selalu mengulurkan tangan bersama untuk penyediaan konsumsi dalam acara pengajian NU ini. Para jemaah saling menyumbang makanan dan minuman untuk ngalap berkah dan berkhidmat kepada para muassis organisasi NU. 

Kegiatan ini sendiri bersamaan dengan kedatangan tamu dari Jakarta, seorang alumni PCINU Australia New Zealand lulusan Australian National University Canberra, Sitta Rosdaniah. Ia merupakan seorang ekonom yang mengabdi di BUMN sekaligus pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). 

Sitta menegaskan kegiatan ini dapat menumbuhkan jaringan kerja sama antar santri dan pemberdayaan di bidang ekonomi bagi para nahdliyin untuk aktif sebagai pelaku ekonomi, terutama pemberdayaan ekonomi syariah yang dipelopori Wapres RI KH Ma’ruf Amin. Apalagi, saat ini MES  dinakhodai  seorang menteri yang handal yaitu Erick Tohir.

hari-santri-sydney-04.jpg

Sedianya acara ini akan dihadiri  perwakilan dari pemerintah council setempat, yakni dari daerah Canterbury Bankstown. Panitia melibatkan staf KJRI Sydney untuk mendampingi perwakilan councillor pemerintah daerah itu. 

"Alhamdulillah salah satu atase Sosial Budaya dari KJRI, Bapak Tubagus Farih Mufti berkenan hadir dan mendukung acara hari Santri yang diadakan oleh PCINU Australia ini," ujar Ustadz Maslathif. 

Acara Peringatan Hari Santri Nasional ini ditutup dengan mauidhoh singkat dan doa dari seorang ulama lokal di Sydney, Syeikh Fawaz Abboud. Ulama kelahiran Lebanon yang beraliran sunni ini telah lama menjadi pengajar agama dan ilmu ilmu Islam di Islamic High Council Darul Fatwa of Australia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Dhian Mega

TERBARU

KOPI TIMES