Peristiwa Internasional

Elon Musk Pulihkan Akun Twitter Donald Trump

Senin, 21 November 2022 - 16:30 | 13.18k
Elon Musk Pulihkan Akun Twitter Donald Trump
Akun Donald Trump tampak ditangguhkan semenjak cuitnnya terkahir pada tahun 2021 lalu. (Foto: Olivier Douliery/AFP/Getty Images)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Setelah ditangguhkan selama setahun lebih, akun Twitter Donald Trump kini kembali diaktifkan oleh CEO Twitter sendiri, Elon Musk. Pengaktifan akun tersebut tak serta merta dilakukan namun melalui poling terlebih dahulu.

Diketahui, akun Donald Trump ditangguhkan oleh Twitter pada Januari 2021 kemarin. Cuitan terakhirnya terakhir terlihat pada 8 Januari 2021. Cuitan tersebut membicarakan tentang rencana ketidak hadirannnya pada acara pengukuhan Joe Biden menjadi Presiden pada bulan dan tahun yang sama.

Diketahui saat kalah dalam pemilu Desember 2020 lalu, Donald Trump terus mengoceh melalui cuitannya di Twitter tentang ketimpangan-ketimpangan pemilu yang dirasakannnya kali ini.

Cuitan tersebut dinilai memprovokasi sekitar 80 juta pengikutnya dan hal tersebut dinyatakan melanggar peraturan yang dimiliki oleh media sosial raksasa tersebut. 

Sebelumnya, pada Rabu malam (16/11/2022) Trump mendeklarasikan dirinya untuk mencalonkan ulang dalam pemilu presiden tahun 2024 nanti. Tak berselang lama beberapa hari sesudahnya Musk meluncurkan poling tentang apakah Twitter Trump perlu dipulihkan.

Hasil poling tersebut cukup ketat. Sekitar 51.8% pengguna Twitter setuju untuk memulihkan akun Trump dan 48.2% sisanya menolak. Poling ini diikuti oleh sekitar 15 juta pengguna Twitter dari seluruh dunia. 

"Rakyat sudah berbicara. Trump akan dipulihkan. Suara Rakyat adalah Suara Tuhan," ungkap Musk melalui cuitan di akun Twitternya pada Minggu (19/11/2022). 

Saat peluncuran poling Musk tidak menolak kemungkinan bahwa sebagian besar akun yang mengikuti poling merupakan akun robot dan akun para pengacau yang dijalankan secara otomatis atau yang juga sering disebut sebagai bot dan troll. Namun Musk juga meyakinkan pengguna bahwa akun-akun palsu tersebut akan segera dihanguskan.

"Pasukan bot dan troll mungkin akan kehabisan bahan bakar mereka dalam waktu dekat. Hal ini merupakan pelajaran menarik agar kedepannya poling dibersihkan dari para troll," lanjut Musk dalam cuitannya. 

Aksi poling yang dilakukan oleh Musk ini mendapatkan kecaman dari para politikus AS. Derrick Johnson Direktur National Association for the Advancement of Colored People (NAACP) mengungkap kekesalannya atas tindakan Musk tersebut. 

"Jika Elon Musk terus menjalankan Twitter seperti ini, menggunakan poling sampah yang tidak mewakili suara rakyat Amerika dan kebutuhan akan demokrasi kita, hanya Tuhan yang mampu menolong," ungkapnya. 

Akun Kanye West dan Andrew Tate juga dipulihkan setelah sebelumnya diblokir dari Twitter akibat melanggar peraturan. Keduanya diblokir akibat menyalahi peraturan Twitter tentang penggunaan bahasa kasar dan ideologi yang menyimpang dari masyarakat.

Akun Kanye West atau Ye sebelumnya di blokir sebulan belakangan akibat komen dengan bahasa kasarnya di Twitter. Tak hanya di blokir Twitter, Kanye juga kehilangan kontrak senilai milyaran dengan merk sepatu ternama yakni Adidas dan beberapa perusahaan yang mengontraknya. 

Sementara itu akun Andrew Tate dibekukan pada tahun 2017 akibat pandangan misoginis ekstrim. Termasuk ungkapan bahwa wanita juga harus bertanggungjawab atas pemerkosaan yang terjadi terhadap mereka. 

Sementara itu, akun Trump di Youtube, Instagram, dan Facebook masih juga ditangguhkan dan belum dipulihkan. Meski akunnya sudah dipulihkan, Trump juga nampak belum mengunggah cuitan di Twitter. Donald Trump yang memiliki akun dengan 87.3 juta follower ini sepertinya masih menikmati keindahannya tanpa keriuhan kicauannya beserta pendukungnya di Twitter.  

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Khodijah Siti
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES