Peristiwa Internasional

Roket Rusia Mengenai Rumah Sakit, Bayi Bayu Lahir Jadi Korban

Kamis, 24 November 2022 - 09:00 | 11.01k
Roket Rusia Mengenai Rumah Sakit, Bayi Bayu Lahir Jadi Korban
Seorang bayi yang baru lahir tewas setelah rudal Rusia menghantam sebuah rumah sakit bersalin. (Foto/CNN)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sebuah roket Rusia menghantam sebuah rumah sakit bersalin di Ukraina selatan, dekat kota Zaporizhzhia, membuat seorang bayi yang baru saja lahir meninggal dunia.

Menurut layanan darurat Ukraina, Rabu, ibu si bayi yang hamil selama perang Rusia-Ukrainav dan seorang dokter ditarik hidup-hidup dari reruntuhan bangunan itu.

Sementara itu pada hari yang sama sebuah roket Rusia juga menghantam bangunan tempat tinggal di Vyshhorod, pinggiran Kyiv

Penasihat menteri dalam negeri Ukraina, Anton Gerashchenko, men-tweet bahwa jumlah korban tewas akibat serangan itu empat orang dan 21 terluka.

Dilansir Al Jazeera, dugaan serangan Rusia di Vilniansk, dekat kota Zaporizhzhia itu menambah jumlah korban mengerikan yang diderita oleh rumah sakit dan fasilitas medis lainnya, serta pasien dan staf mereka dalam invasi Rusia.

Tragedi terbaru itu membangkitkan ingatan kembali serangan udara 9 Maret lalu yang menghancurkan rumah sakit bersalin di kota pelabuhan Mariupol yang sekarang diduduki, di mana seorang wanita hamil dan bayinya meninggal.

Foto yang diposting gubernur daerah, Oleksandr Starukh, di aplikasi Telegram menunjukkan asap tebal mengepul di atas gundukan puing, dan sedang disisir oleh pekerja darurat dengan latar belakang langit malam yang gelap.

Bayi, ibu dan dokter adalah satu-satunya orang di berada di bangsal dua lantai yang hancur saat itu.

Kepala kantor kepresidenan Ukraina,, Andriy Yermak mengutuk serangan itu di sebuah pos Telegram.

Mengacu pada pasukan Rusia yang menginvasi Ukraina pada 24 Februari sebagai "teroris", dia mengatakan Rusia harus bertanggung jawab atas setiap kehidupan Ukraina.

Negara yang dilanda perang itu sedang mempersiapkan salah satu musim dingin terberatnya, karena musim terdingin dimulai dengan serangan Rusia yang melumpuhkan fasilitas energi kritis.

Pemadaman listrik diperkirakan akan berlangsung selama berbulan-bulan, dan mengancam akan melemahkan layanan utama.

"Rata-rata sekitar 900 anak setiap hari dilahirkan dalam kehidupan yang penuh ketidakpastian. Kekacauan perang merupakan ancaman serius bagi para ibu dan bayi baru lahir ini," kata Sonia Khush, direktur negara Save the Children di Ukraina.

"Kami mendengar laporan tentang wanita yang melahirkan lebih awal karena keadaan stres dan ketakutan mereka yang terus-menerus," kata dia.

“Pada awal perang, banyak wanita hamil yang dipaksa melahirkan di ruang bawah tanah atau bunker. Sekarang, kami melihat wanita melahirkan di rumah sakit yang kewalahan, jauh dari anggota keluarga, dan di negara yang menampung pengungsi dari Ukraina," tambahnya.

Meskipun ada lebih sedikit wanita yang melahirkan di bunker dibandingkan awal tahun ini, kehamilan mereka masih membuat stres.

Vilniansk adalah daerah yang berada di utara wilayah Zaporizhia yang dikuasai Ukraina, dan berjarak sekitar 500 kilometer (300 mil) tenggara ibu kota Ukraina, Kyiv.

Bagian lain dari Zaporizhia dikuasai Rusia dan merupakan salah satu dari empat wilayah Ukraina yang coba dianeksasi secara resmi oleh Rusia pada bulan September setelah referendum yang dikutuk di panggung internasional sebagai ilegal dan tidak sah.

"Pada malam hari, monster Rusia meluncurkan roket besar ke bangsal bersalin kecil di rumah sakit Vilniansk. Kesedihan menguasai hati kami, seorang bayi yang baru saja melihat cahaya terbunuh. Tim penyelamat sedang bekerja di lokasi," tulis Oleksandr Starukh. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES