Peristiwa Internasional

Ribuan Orang Memburu Sensasi Diinjak dan Diseruduk Banteng di Spanyol

Senin, 10 Juli 2023 - 20:35 | 54.39k
Seorang pria diseruduk banteng dalam festival San Fermin di Pamplona, Spanyol. (Foto: RTE)
Seorang pria diseruduk banteng dalam festival San Fermin di Pamplona, Spanyol. (Foto: RTE)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sebuah sensasi, lari bersama banteng liar kemudian diseruduk hingga diinjak-injak hewan itu, ternyata masih diburu ribuan orang dalam Festival San Fermin di Pamplona, Spanyol.

Festival San Fermin di Pamplona, Spanyol ini sendiri dimulai sejak 6 Juni lalu dan akan berakhir 14 Juli mendatang.

Advertisement

Selama sembilan hari itu jutaan wisatawan baik dari Spanyol maupun dari luar negerinya setiap hari mulai pukul 08.00 akan disuguhi berbagai atraksi pesta, salah satunya lari bersama banteng liar yang disebut Encierro. 

San Fermin di Pamplona, Spanyol ini adalah sebuah pesta spektakuler di bumi yang menyajikan berbagai jenis atraksi, seperti konser, tarian, dan pertunjukan tradisional lainnya, dan salah satunya Encierro tadi.

Hingga hari ketiga, Minggu (9/7/2023), Encierro telah menyebabkan lima orang terluka, salah satu yang terluka karena lengannya ditanduk banteng. "Tapi tidak serius," kata pihak Palang Merah.

Banteng-banteng jantan yang dilepas di hari Minggu itu berasal dari peternakan banteng milik Cebada Gago.

Pesta pora ini dimulai dengan teriakan "Viva, San Fermín" dari balkon balai kota dan kemudian diikuti dengan pesta kembang api yang disebut Chupinazo.

Penduduk setempat dan turis semuanya mengenakan pakaian putih tradisional dengan selempang merah dan syal.

Festival ini akan berakhir pada tanggal 14 Juli tengah malam, ditandai dengan dinyanyikannya Pobre de Mí.

Encierro adalah acara yang paling ditunggu pada festival ini yang dimulai setiap pukul 08.00.

Festival ini juga menyuguhkan banyak pertunjukan seperti konser, tarian, dan pertunjukan tradisional lainnya.

Kendati berbahaya, Encierro selalu menarik banyak turis untuk mencobanya.

Peserta yang mengikuti acara Encierro ini harus berlari bersama enam banteng jantan liar dan enam sapi jantan yang telah jinak di jalanan kota sepanjang 850 meter dengan kontur bebatuan, berkelok, dan sempit. 

Encierro membutuhkan  waktu sekitar dua setengah menit, untuk berlari sejauh 850 meter itu dari titik awalnya di kandang Santo Domingo ke arena adu banteng. 

Namun, terkadang banteng terganggu atau sesuatu yang tidak terduga terjadi, dan Encierro bisa memakan waktu lebih lama. 

Pernah ada edisi saat banteng-banteng jantan itu berjalan hingga setengah jam.

Meski setiap tahun keamanan selalu ditingkatkan, tetapi setiap tahun pula selalu ada saja sekitar 200-300 peserta yang terluka.

Kebanyakan terjatuh kemudian terinjak-injak atau bahkan diseruduk banteng jantan itu. Pada malam hari, banteng jantan yang dilepas itu akan dipotong dan dagingnya disajikan di restoran di kota.

Menjalankan banteng adalah tindakan San Fermin yang paling terkenal.

Tapi banteng-banteng yang dilepas itu tidak berlari bebas di jalanan. Ada rute khusus yang ditandai, pada waktu tertentu, dan dengan akses tertentu.

Kontroversial

Budaya lari bersama banteng yang populer di Pamplona ini memang menjadi salah satu pertunjukan paling spektakuler di Spanyol, namun ini sekaligus salah satu tradisi yang paling kontroversial.  

festival-San-Fermin-b.jpgBanteng dan orang-orang berlarian bersama adalah salah satu diantara acara festival San Fermin di Pamplona, Spanyol yang spektakuler itu. (Foto: Istockphoto)

Karena seorang novelis, Ernest Miller Hemingway yang juga seorang wartawan Amerika memasukkan beberapa tradisi yang terlibat dalam Festival San Fermín itu kedalam salah satu novelnya, yang menyebabkan menjalankan banten jantan Pamplona itu telah memikat imajinasi ribuan orang di seluruh dunia. 

Dalam novelnya, pemenang Hadiah Nobel itu memperkenalkan Festival San Fermín kepada dunia dengan menjelaskan apa yang telah dia lihat dan alami dalam beberapa perjalanannya ke Pamplona.

Kemasyhuran Hemingway, gaya tulisannya yang terkenal, dan tradisi yang tidak biasa yang dia gambarkan membuat festival ini terkenal di seluruh dunia dan menjadi sorotan bagi para pelancong internasional.

Terlepas dari ketenaran dan popularitasnya, menjalankan banteng adalah tradisi yang kontroversial.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga berbahaya bagi peserta, dengan sekitar 200 cedera setahun dan 15 kematian tercatat sejak 1910 , tetapi juga merupakan tradisi yang dilabeli oleh pembela hak-hak hewan sebagai "kejam" dan "biadab".

Asosiasi hak-hak hewan seperti PETA menganggap berlarinya banteng di Pamplona selama Festival San Fermín sebagai "pertumpahan darah biadab" yang harus segera diakhiri. 

Mereka menunjukkan bahwa setidaknya 48 banteng yang berlari di Encierros itu kemudian dibunuh di arena adu banteng selama festival. Mereka menjelaskan secara rinci kekejaman tradisi adu banteng Spanyol dan memprotesnya. 

Banyak juga orang Spanyol yang menentang lari banteng di Pamplona dan tradisi adu banteng pada umumnya.

Para pembela lari banteng itu berpendapat bahwa itu adalah tradisi kuno yang didasarkan pada cara hidup Spanyol kuno dan jika dilarang maka akan mengganggu budaya mereka. 

Mereka juga menunjukkan bahwa ada banyak kasus kekejaman terhadap hewan lainnya, khususnya praktik industri makanan yang menyediakan daging bagi banyak pembela hak hewan yang sama yang ingin membatalkan Festival San Fermin di Pamplona, Spanyol tersebut. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

Konten promosi pada widget ini bukan konten yang diproduksi oleh redaksi TIMES Indonesia. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES