Peristiwa Internasional

Wagner Ciptakan Ketegangan di Perbatasan Belarusia-Ukraina-Polandia

Rabu, 09 Agustus 2023 - 12:35 | 71.66k
Gambar satelit menunjukkan tenda Wagner yang dicurigai di Pangkalan Militer Belarusia. Tenda itu muncul di tengah spekulasi tentang relokasi kelompok paramiliter Rusia Wagner ke negara itu. (FOTO: Wall Street Journal/Planet Labs PBC)
Gambar satelit menunjukkan tenda Wagner yang dicurigai di Pangkalan Militer Belarusia. Tenda itu muncul di tengah spekulasi tentang relokasi kelompok paramiliter Rusia Wagner ke negara itu. (FOTO: Wall Street Journal/Planet Labs PBC)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kelompok tentara bayaran Rusia, Grup Wagner yang kini berada di Belarusia tengah menciptakan ketegangan di perbatasan dengan Ukraina dan Polandia.

Di perbatasan dengan Ukraina, mereka mendirikan ratusan tenda hingga membentuk "kota" tenda yang bisa menampung hingga 1000 orang pasukannya.

Advertisement

Sementara di perbatasan Polandia, Belarusia bersama Rusia dicurigai tengah memasukkan migran ilegal tak terkecuali anggota Wagner yang menyamar sebagai warga biasa ke wilayah Polandia. 

Kelompok Wagner saat ini juga sedang latihan bersama tentara Belarusia dekat dengan perbatasan Polandia.

Pemimpin Grup Wagner, Yevgeny Prigozhin yang diasingkan ke Belarusia setelah pemberontakan singkat Juni  lalu, diduga juga berada di perbatasan Belarusia-Ukraina.

Dilansir Sky News, kemungkinan besar mereka akan berada di sana dalam waktu yang cukup lama.

Grup Wagner dilaporkan mendirikan tenda-tenda untuk menampung sekitar 1.000 orang tentara bayarannya itu di lapangan udara Zyabrovka, sekitar 15 mil dari perbatasan Ukraina. 

Klaim tersebut berasal dari Pusat Perlawanan Nasional Ukraina, dan mereka menduga kamp tersebut akan digunakan untuk "kegiatan subversif" di wilayah Chernihiv, Ukraina.

Wagner memiliki sejarah mengadakan aktivitas yang secara provokatif dekat dengan perbatasan negara-negara lain. 

Mereka kini juga mewarnai di berbagai konflik negara-negara Afrika. 

Terbaru, junta militer Niger yang telah mengkudeta presiden Mohamed Bazoum, juga telah meminta bantuan Grup Wagner untuk berperang menghadapi tentara negara tetangga yang tidak setuju dengan kudeta tersebut.

Institute for the Study of War mengatakan, Wagner juga telah melakukan latihan militer di dekat Brest, salah satu kota terbesar di Belarusia, dalam jarak satu kilometer dari perbatasan Polandia.

Hal itu menciptakan ketegangan di perbatasan Belarusia-Polandia.

Wakil Menteri Dalam Negeri Polandia, Maciej Wasik, Senin (7/8/2023) mengatakan, kepala Penjaga Perbatasan, Tomasz Praga, telah meminta kementerian pertahanan Polandia untuk mengirim 1.000 tentara lagi ke perbatasan dengan Belarusia. 

Selasa (8/8/2023) kemarin, Kementerian pertahanan Polandia juga telah menyetujui pengirim pasukan tambahan itu.

Sehari sebelumbya, pemerintah Polandia telah menuduh Belarusia dan Rusia mendalangi masuknya migrasi lain ke Uni Eropa (UE) melalui perbatasan mereka untuk mengacaukan kawasan tersebut.

Kepala penjaga perbatasan itu mengatakan, bahwa sebanyak 19.000 orang telah mencoba melintasi perbatasan Polandia-Belarusia secara ilegal tahun ini. 

Jumlah itu naik dari 16.000 orang pada tahun 2022. Sejak itu, Kementerian Pertahanan Polandia setuju untuk mengirim pasukan tambahan. 

"Karena situasinya  dinamis di perbatasan Polandia-Belarusia. Menteri Pertahanan Nasional memerintahkan agar permintaan itu dilaksanakan dan tentara tambahan ditugaskan untuk berpatroli di perbatasan Polandia-Belarusia," kata pihak Kementerian Pertahanan Polandia.

Permintaan tersebut juga datang beberapa minggu setelah Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki mengatakan bahwa ratusan tentara dari kelompok tentara bayaran Wagner Rusia telah bergerak lebih dekat ke kota Grodno di Belarusia dekat perbatasan Polandia. 

Dia juga mengklaim bahwa para pejuang Wagner itu diduga akan mengacaukan situasi di sisi timur NATO. Polandia juga telah membangun "benteng" di perbatasan dengan Belarusia, dilengkapi dengan perlindungan elektronik.

Kelompok tentara bayaran Rusia, Grup Wagner yang kini sedang berada di Belarusia itu sedang menciptakan ketegangan di perbatasan dengan Ukraina dan Polandia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Konten promosi pada widget ini bukan konten yang diproduksi oleh redaksi TIMES Indonesia. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES