Peristiwa Internasional

Pakar Politik UMM: Perang Iran dan Israel Berdampak pada WNI di Timur Tengah

Kamis, 18 April 2024 - 10:33 | 14.93k
Guru Besar Bidang Ilmu Politik UMM Prof. Gonda Yumitro ,SIP.,MA .,PhD. (Istimewa)
Guru Besar Bidang Ilmu Politik UMM Prof. Gonda Yumitro ,SIP.,MA .,PhD. (Istimewa)

TIMESINDONESIA, MALANG – Konflik yang terjadi antara Iran dan Israel kian memanas. Utamanya setelah Iran melancarkan serangan balasan ke Israel. Serangan terbuka ke Israel adalah pertama kalinya dilakukan Iran, walaupun harus melewati wilayah kedaulatan Irak, Suriah, dan Jordan.

Guru Besar bidang Ilmu Politik dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Gonda Yumitro PhD, mengatakan bahwa pengaruh Indonesia sebagai negara diplomatik tidak akan terkena masalah geopolitik selama peperangan tersebut tidak berlanjut.

Prof Gonda mengajak melihat sejarah pada tahun 1979, yakni Revolusi Ruhullah Khomeini mengkudeta Shah dan mendirikan Republik Islam Iran. Salah satu identitas utama Khomeini adalah tidak menerima imperialisme Amerika Serikat dan Sekutunya Israel. Sejak saat itu, hubungan dengan Israel terputus.

“Adanya perseteruan pada tahun tersebut, membuat hubungan Israel dan Iran yang pernah mesra menjadi terganggu. Serangan kemarin hanya sebagai pengingat bahwa Iran mempunyai power yang cukup,” katanya.

Namun menurut Gonda, serangan yang dilakukan Iran kepada Israel bisa menjadi boomerang. Misalnya saja akan berdampak kepada masyarakat muslim yang ada di Palestina dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Timur Tengah.

Saat ini, banyak negara yang mendukung Israel karena melihat kehancuran yang terjadi. Meskipun sasaran serangan yang dikirim Iran tidak membuat kerusakan pada organ inti Israel.

“Jika serangan terus berlanjut, dampak perang akan semakin meluas. Maka dari itu, sekutu sangat mewanti-wanti Israel untuk tidak membalas serangan dari Iran. Banyak kerugian yang akan terjadi, tidak hanya negara tetangga Iran dan Israel saja, tetapi seluruh dunia akan terkena imbasnya,” ucapnya.

Seperti yang diketahui,  pada awal April 2024 ini, Israel melancarkan serangan ke ibu kota Suriah, Damaskus. Hal tersebut mengakibatkan tewasnya tiga komandan Iran.

Atas hal itu, kemudian Iran pada Sabtu (13/4/2024), melancarkan serangan dengan balasan dengan meluncurkan lebih dari 300 drone dan rudal ke Israel sebagai respons terhadap serangan brutal Israel di Kedutaan Besar Iran di Damaskus belum lama ini. Hingga kini konflik yang terjadi antara kedua belah pihak masih terus memanas (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES