Peristiwa Internasional

PPI Dunia dan Kementerian Investasi/BKPM Perkuat Hubungan Kerjasama

Jumat, 26 April 2024 - 07:55 | 18.23k
Hamzah Lubis memberikan souvenir PPI Dunia kepada Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/BKPM. (Foto: PPI Dunia)
Hamzah Lubis memberikan souvenir PPI Dunia kepada Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/BKPM. (Foto: PPI Dunia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia atau dikenal sebagai PPI Dunia dan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah menjalin hubungan yang kuat dalam rangka memperkuat pembangunan Indonesia. Pertemuan penting antara kedua pihak pada 25 April 2024 dihasilkan dalam kesepakatan untuk meningkatkan kerjasama dalam berbagai program.

Kerjasama tersebutbertujuan untuk menarik investasi asing terkait tersrbarnya anggota PPI Dunia di berbagai negara. Dalam hal tersebut juga diharapkan terciptanya lapangan kerja yang luas bagi para masyarakat Indonesia khususnya. 

Menteri Investasi/BKPM, Bahlil Lahadalia, menyambut baik delegasi PPI Dunia yang dipimpin oleh Hamzah Lubis, Koordinator PPI Dunia, bersama dengan pengurus PPI Dunia lainnya. Pertemuan tersebut menandai awal dari upaya bersama untuk menciptakan peluang yang berkelanjutan bagi Indonesia.

Salah satu hasil penting dari pertemuan tersebut adalah undangan resmi kepada Menteri Bahlil untuk menjadi pembicara pada Simposium Internasional PPI Dunia ke-16. Tema simposium ini, "Menuju Indonesia Emas 2045: Transformasi Inovatif dan Berkelanjutan," menyoroti visi Indonesia untuk menjadi negara yang berdaulat dan lestari melalui inovasi dan transformasi yang berkelanjutan. Acara ini dijadwalkan akan diselenggarakan di Budapest, Hungaria pada 21-24 Agustus 2024.

Dalam respons positifnya, Menteri Bahlil menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh kegiatan Simposium Internasional PPI Dunia. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung upaya organisasi mahasiswa untuk memperkuat koneksi antarbangsa dan meningkatkan pemahaman tentang potensi investasi Indonesia di tingkat global.

Selain menjadi pembicara dalam simposium, Menteri Bahlil juga menyepakati rencana kolaborasi program antara PPI Dunia dan Kementerian Investasi/BKPM. Program ini, yang diberi nama "Duta Investasi," bertujuan untuk menarik investor asing ke Indonesia dengan memberikan insentif dan kemudahan berusaha.

PPI-Dunia-b.jpg

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan investasi asing langsung (FDI) dan dengan demikian, menciptakan lapangan kerja baru. Hamzah Lubis, Koordinator PPI Dunia, menyambut baik rencana kolaborasi ini dengan optimisme.

"Kami sangat bersemangat tentang kemungkinan kerjasama yang lebih dalam dengan Kementerian Investasi/BKPM. Bersama-sama, kami yakin dapat menciptakan peluang yang berkelanjutan bagi pembangunan Indonesia yang lebih baik,” ungkap Hamzah.

Kerjasama antara PPI Dunia dan Kementerian Investasi/BKPM bukan hanya tentang menarik investasi, tetapi juga tentang membangun keberlanjutan. Dalam dunia yang semakin terhubung, program seperti "Duta Investasi" membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Komitmen kedua belah pihak untuk terus bekerja sama mencerminkan semangat kolaboratif yang diperlukan untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Dengan menggabungkan sumber daya dan energi mereka, PPI Dunia dan Kementerian Investasi/BKPM berharap dapat membawa perubahan positif yang signifikan bagi negara ini.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Khodijah Siti
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES