Peristiwa Internasional

Menlu Inggris: Hamas Harus Pergi dari Gaza

Selasa, 30 April 2024 - 20:04 | 12.65k
Anak-anak Palestina di sekolah mereka yang hancur bulan ini. (FOTO: Sky News/Reuters).
Anak-anak Palestina di sekolah mereka yang hancur bulan ini. (FOTO: Sky News/Reuters).

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Inggris, Lord Cameron menyatakan, Hamas harus pergi dari Gaza demi gencatan senjata dan terwujudnya solusi dua negara.

Lord Cameron menyampaikan hal itu dalam acara Pertemuan Khusus Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Riyadh, Arab Saudi yang berakhir Senin (29/4/2024) tadi malam.

Dalam Pertemuan khusus WEF itu membahas  beberapa sesi, berbagai masalah regional dan global terkait ekonomi, energi, geopolitik, dan situasi Timur Tengah yang bergejolak.

Pertemuan yang dimulai hari Minggu di ibu kota Saudi itu berlangsung di tengah konflik Gaza yang sedang berlangsung dan memang menjadi inti pembicaraan WEF.

"Hamas saat ini tidak mendukung solusi dua negara. Mereka mendukung solusi tanpa Israel. Hamas harus meninggalkan Gaza agar solusi dua negara menjadi kenyataan," katanya. 

Lord Cameron juga mengatakan, tujuannya haruslah sebuah negara bagi rakyat Palestina dengan "memberi" mereka martabat kenegaraan, namun juga menjamin keamanan Israel.

"Solusi dua negara pada dasarnya merupakan kepentingan Israel. Namun juga memerlukan perubahan pemikiran di kalangan warga Palestina mengenai sifat hubungan masa depan dengan Israel," katanya 

Ia menambahkan, konflik di Gaza tidak akan berakhir sampai semua sandera di sana dibebaskan, dan juga mengklaim usulan kesepakatan gencatan senjata yang diajukan oleh Israel mencakup kemungkinan pembebasan ribuan tahanan Palestina.

"Saya berharap Hamas benar-benar menerima kesepakatan ini dan, sejujurnya, semua tekanan di dunia dan semua mata di dunia harus tertuju pada mereka hari ini dengan mengatakan ambil kesepakatan itu," tegasnya.

Bukan Murah Hati

Dalam Forum yang sama, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken juga mengungkapkan, satu-satunya hal yang menghalangi gencatan senjata di Gaza adalah Hamas.

"Ini ada kesepakatan yang luar biasa murah hati dan sudah siap," ujar dia.

Dalam  kunjungannya ke Arab Saudi, yang mengawali tur yang lebih luas di Timur Tengah, Antony Blinken mendesak Hamas untuk menerima proposal Israel yang terbaru dan "sangat murah hati" untuk melakukan gencatan senjata di Gaza guna menjamin pembebasan sandera.

Para perunding Hamas diperkirakan bertemu dengan mediator Qatar dan Mesir di Kairo hari ini untuk membentuk tanggapan terhadap proposal gencatan senjata bertahap yang diajukan Israel pada akhir pekan.

"Satu-satunya penghalang bagi rakyat Gaza dan gencatan senjata adalah Hamas," ujar kata Blinken.

"Mereka harus mengambil keputusan dan harus mengambil keputusan dengan cepat. Saya berharap mereka akan mengambil keputusan yang tepat," tegas Blinken.

Namun Antony Blinken sama sekali tidak mempertimbangkan bahwa Israel terus saja melakukan serangan udara dan pesawat tak berawak, Selasa hari ini dan telah menewaskan tiga orang di kamp pengungsi Nuseirat dan dua orang di Kota Gaza.

Sejak Senin, jumlah warga Palestina  yang dibunuh tentara Israel di Gaza menjadi sedikitnya 34 orang, kantor berita Wafa melaporkan.

"Menghentikan serangan terhadap warga Palestina bukanlah hal yang murah hati," kata pejabat senior Hamas, Osama Hamdan kepada Al Jazeera ketika AS dan Inggris mendesak warga Palestina untuk menerima tawaran Israel untuk jeda 40 hari dalam memperjuangkan tuntutan gencatan senjata permanen di Gaza.

Pembebasan Sandera

Sebuah sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan bahwa usulan Israel mencakup kesepakatan untuk menerima pembebasan kurang dari 40 dari sekitar 130 sandera yang diyakini masih ditahan.

Hal ini sebagai imbalan atas pembebasan warga Palestina yang dipenjara di Israel. 

Lord Cameron mengklaim kesepakatan itu mencakup gencatan senjata berkelanjutan selama 40 hari dan kemungkinan pembebasan ribuan tahanan Palestina.

Fase kedua kemudian akan terdiri dari periode ketenangan berkelanjutan, kompromi Israel terhadap tuntutan Hamas untuk gencatan senjata permanen.

Lord Cameron pun menyatakan, Hamas harus pergi dari Gaza demi gencatan senjata dan terwujudnya solusi dua negara.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES