Peristiwa Internasional

Pertama Kali Memakai ChatGPT, Joe Biden Dipanggil Nak!

Senin, 06 Mei 2024 - 13:55 | 12.23k
Presiden AS Joe Biden. (Foto: Ting Shen/Xinhua)
Presiden AS Joe Biden. (Foto: Ting Shen/Xinhua)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – ChatGPT yang dikembangkan oleh OpenAI telah menjadi salah satu kecerdasan buatan yang paling populer di dunia. Dengan kemampuannya untuk memahami bahasa manusia dan merespons dengan konteks yang tepat, ChatGPT sering digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari bantuan pelanggan hingga pencarian informasi. Presiden AS Joe Biden juga tertarik  mencoba menggunakan kecanggihan aplikasi tersebut. 

Arati Prabhakar, penasihat ilmu pengetahuan dan teknologi utama Biden yang juga direktur Kantor Kebijakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung Putih mncerikan kejadian lucu serta kekhawatiran Biden terhadap kecanggihan teknologi tersebt.

Prabhakar mendampingi Biden pertama kali mencoba ChatGPT pada bulan Maret lalu. Mereka berdua mmeberikan beberapa instruksi terkait pemerintahan dan masalah-masalah yang terjadi di AS beberapa waktu lalu ini. 

Pertama, katanya, mereka memintanya untuk menjelaskan gugatan antara Delaware (negara bagian yang diwakili Biden sebagai senator) dan New Jersey (negara bagian tempat penyanyi-penulis lagu Bruce Springsteen tinggal. Baru-baru ini, Biden memang memberikan Medali Seni Nasional).

"Lucunya, seolah-olah berbicara dengan murid kelas satu, ChatGPT itu langsung menjawab "Baiklah, nak," ungkap Prabhakar seperti dilansir dari Wired. Hal ini tentunya menimbulkan gelak tawa antara Biden dan Prabhakar. Biden yang notabene sudah berusia 81 tahun dianggap anak-anak oleh aplikasi chat bot tersebut.

Tak berhenti di situ, Biden lantas memintanya untuk menulis ringkasan hukum untuk kasus Mahkamah Agung. Drinya juga meminta menulis lagu dengan gaya Springsteen, dan menghasilkan gambar anjing Biden, Commander, di Oval Office.

"Dia bilang, 'Wow, saya tidak percaya aplikasi ini bisa melakukan itu,'" tambah Prabhakar .

Namun, pertemuan pertama dengan kecerdasan buatan generatif tersebut juga memicu kekhawatiran Biden. Prabhakar mengatakan Presiden AS kemudian meminta tim untuk menangani potensi risiko kecerdasan buatan, yang mengarah pada perintah eksekutif luas yang dia tandatangani pada bulan Oktober lalu. 

Perintah tersebut menuntut perusahaan teknologi besar untuk mematuhi pedoman keselamatan tertentu, memberitahukan pemerintah federal tentang pekerjaan yang mereka lakukan menggunakan AI, dan membagikan hasil pengujian terhadp aplikasi tersebut.

Meskipun demikian, momen lucu ini akan tetap menjadi cerita yang dikenang dalam sejarah perkembangan kecerdasan buatan. Siapa yang tahu, mungkin suatu hari nanti, PresidenAS Joe Biden sendiri akan dipanggil kakek oleh ChatGPT. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Khodijah Siti
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES