Peristiwa Internasional

Israel Tetap Menyerang Rafah Meski Hamas Terima Proposal Gencatan Senjata

Selasa, 07 Mei 2024 - 21:39 | 15.06k
Warga Palestina di Rafah merayakan berita bahwa Hamas telah menerima proposal gencatan senjata, 6 Mei 2024. (FOTO: CNN/AFP/Getty Images)
Warga Palestina di Rafah merayakan berita bahwa Hamas telah menerima proposal gencatan senjata, 6 Mei 2024. (FOTO: CNN/AFP/Getty Images)

TIMESINDONESIA, JAKARTAIsrael mulai melakukan serangan yang ditargetkan di Rafah timur, setelah sebuah brigade tank 401 Israel pada Selasa (7/5/2024) mengambil kendali atas sisi Jalur Gaza yang melintasi perbatasan Rafah dengan Mesir.

Israel tetap melakukan serangan di Rafah, meski Hamas telah menyatakan  menerima proposal yang dimediasi Mesir dan Qatar untuk perjanjian gencatan senjata.

Hari ini, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mulai mengambil alih kendali operasional di penyeberangan Rafah sisi Gaza. "Akibatnya perjalanan dan aliran bantuan ke Jalur Gaza telah berhenti total," kata Wael Abu Omar, seorang pejabat perbatasan Gaza.

Israel juga menempatkan ratusan tank-tanknya yang siap memasuki Rafah dengan jarak hanya 200 meter dari persimpangan Rafah dengan negara tetangga, Mesir.

Setidaknya 12 orang meninggal dunia  dalam serangan Israel di Rafah, setelah Hamas menerima proposal gencatan senjata Gaza.

Tank-tank dan kendaraan lapis baja Israel telah mengambil alih penyeberangan Rafah di perbatasan Gaza dengan Mesir setelah mereka tadi malam maju bersamaan dengan pesawat-pesawat tempur mereka yang menggempur rumah-rumah penduduk, dan menyebabkan sedikitnya 12 orang meninggal dunia 

Militer Israel mengatakan pasukannya menyatakan telah mengambil "kontrol operasional" di perbatasan Rafah sisi Palestina yang melintasi antara Gaza dan Mesir.

Rafah adalah  pintu masuk utama bantuan dan satu-satunya jalan keluar bagi orang-orang yang bisa mengungsi sejak dimulainya perang antara Israel dan Hamas pada bulan Oktober.

Sebuah brigade tank juga bergerak ke area penyeberangan setelah semalaman melakukan serangan hebat.

PBB memperingatkan bahwa penutupan Rafah berarti dua jalur bantuan utama ke Gaza saat ini "tersumbat".

Senin kemarin, militer Israel memerintahkan puluhan ribu warga sipil untuk mulai mengungsi di sekitar bagian timur kota Rafah menjelang apa yang disebutnya "operasi terbatas".

Hamas mengatakan, penyitaan Israel atas penyeberangan Rafah bertujuan untuk melemahkan upaya mediator regional untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata baru.

Kelompok bersenjata Palestina mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka telah menerima proposal dari Mesir dan Qatar, yang dasarnya adalah penghentian pertempuran selama berminggu-minggu dan pembebasan beberapa lusin sandera yang masih ditahan di Gaza.

Sementara Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, usulan dalam proposal itu "masih jauh dari memenuhi tuntutan inti Israel". Namun Israel tetap akan mengirim delegasi tingkat tinggi ke Kairo untuk mencapai kesepakatan yang bisa diterima.

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres mengatakan dia telah mengimbau kedua belah pihak untuk "bekerja ekstra untuk mewujudkan perjanjian yang sangat penting". "Ini adalah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan," tambahnya.

Israel melancarkan kampanye militer di Gaza untuk menghancurkan Hamas setelah serangan lintas batas kelompok tersebut di Israel selatan pada tanggal 7 Oktober, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan lebih dari 250 lainnya disandera.

Namun Israel kemudian membalas dengan membunuh lebih dari 34.780 warga Palestina di Gaza sejak itu.

Sebuah kesepakatan yang disepakati pada bulan November menunjukkan bahwa Hamas membebaskan 105 sandera sebagai imbalan atas gencatan senjata selama seminggu dan sekitar 240 tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.

Israel mengatakan 128 sandera belum ditemukan, 34 di antaranya diperkirakan tewas.

Saat ini Israel mulai melakukan serangan yang ditargetkan di Rafah timur, meski Hamas telah menyatakan  menerima proposal yang dimediasi Mesir dan Qatar untuk perjanjian gencatan senjata. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES