Peristiwa Internasional

Ibu Rumah Tangga Mendominasi Jemaah Haji Gelombang I Indonesia

Minggu, 26 Mei 2024 - 22:19 | 24.58k
Jemaah Haji Indonesia tiba di BUIRA . (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
Jemaah Haji Indonesia tiba di BUIRA . (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Fase keberangkatan gelombang pertama jemaah haji Indonesia telah selesai, dengan penerbangan dari 42 embarkasi di Tanah Air menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) di Madinah. Sebanyak 23.844 Jemaah Haji Indonesia merupakan ibu rumah tangga, dari 88.987 jemaah haji reguler yang terdaftar. 

Fase ini berlangsung dari 12 hingga 24 Mei 2024. Kloter pertama dari Embarkasi Jakarta – Pondok Gede (JKG-01) menjadi pembuka kedatangan di Madinah, sementara kloter 42 dari Embarkasi Solo (SOC-42) menutup fase ini. 

Menurut data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), sebanyak 88.987 jemaah haji reguler tergabung dalam 229 kloter telah tiba di Madinah, dan 14 jemaah dilaporkan wafat.

Anna Hasbie, Juru Bicara Kementerian Agama, menjelaskan bahwa penyelenggaraan haji Indonesia adalah proses mobilisasi masyarakat sipil terbesar di dunia dengan tantangan yang sangat kompleks.

 "Tugas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sangat berat, namun mereka telah dilatih dan disiapkan untuk melayani dengan baik seluruh jemaah haji Indonesia," ujarnya di Jakarta, Minggu (26/5/2024).

Keberagaman profil jemaah haji Indonesia sangat terlihat pada gelombang pertama ini. Dari total 88.987 jemaah, sebanyak 49.176 adalah perempuan, sementara 39.811 adalah laki-laki. Mayoritas dari mereka, sekitar 87.673 jemaah, belum pernah berhaji sebelumnya, hanya 1.314 jemaah yang sudah pernah berhaji. Tingkat pendidikan jemaah juga bervariasi, dengan mayoritas berpendidikan SD (26.025), diikuti oleh SMA (22.541), S1 (21.593), dan SMP (10.126). Sisanya berpendidikan diploma, S2, S3, dan lainnya.

Dari segi kesehatan, 68.781 jemaah masuk dalam kategori risiko tinggi, dengan sebagian besar berada pada rentang usia 60-70 tahun (23.856 jemaah) dan 50-60 tahun (21.641 jemaah). Ada juga 59 jemaah disabilitas, terdiri dari 24 laki-laki dan 35 perempuan, dengan jumlah terbanyak berasal dari Embarkasi Solo (10 orang). Dari jemaah disabilitas ini, 51 masuk dalam kategori risiko tinggi.

Salah satu kelompok jemaah yang menonjol adalah ibu rumah tangga, yang mendominasi jumlah jemaah haji pada gelombang pertama ini dengan total 23.844 orang. 

Selain itu, ada 19.012 jemaah yang berprofesi sebagai pegawai swasta, 18.420 sebagai PNS, 10.995 sebagai petani, dan 8.079 sebagai pedagang. Profesi lainnya termasuk pelajar/mahasiswa (2.155) dan berbagai profesi lainnya (630).

Usia lansia juga menjadi perhatian khusus, dengan 19.375 jemaah berusia 65 tahun ke atas. Dari kelompok ini, sekitar 49,5% adalah laki-laki dan 50,5% perempuan, dengan mayoritas belum pernah berhaji sebelumnya. 

Kebanyakan jemaah lansia berada pada rentang usia 65-70 tahun, dan tercatat ada empat jemaah dengan usia di atas 100 tahun. Salah satunya adalah Mbah Harjo Mislan, yang berusia 109 tahun dan menjadi jemaah haji tertua tahun ini.

Dalam hal pendidikan, mayoritas jemaah lansia berpendidikan SD (10.538), diikuti oleh SMA (3.380), SMP (2.215), dan S1 (1.756). Ada juga 246 jemaah lansia yang berpendidikan S2 dan 18 orang berpendidikan S3. Embarkasi dengan jemaah lansia terbanyak adalah Solo (4.095), diikuti oleh Surabaya (3.334), Jakarta Pondok Gede (2.130), Jakarta Bekasi (2.122), dan Makassar (1.246).

Sayangnya, sepanjang fase gelombang pertama ini, terdapat 14 jemaah yang wafat. Di antaranya adalah Upan Supian Anas dari kloter JKS-02 yang wafat pada 13 Mei 2024 di Madinah, dan Didi Rowandi dari kloter JKS-03 yang wafat pada 14 Mei 2024 di Madinah. Jemaah lainnya termasuk Yusman Irawan dari kloter PLM-02, Basirun Mangsuri Wirya Besari dari kloter SOC-14, dan Sarip Hari Kharun dari kloter JKS-16. Juga tercatat Toton Fatoni dari kloter JKG-09, Imam Turmudi Abuyamin dari kloter SUB-15, San Muntani Mad Mirsad dari kloter SOC-8, Muslim Ismael dari kloter PDG-01, dan Retnoyarni Syafei Adam dari kloter PDG-09. Selain itu, Enny Rodiyah Solichin dari kloter JKG-02, Sunarti Djoyo Kemis dari kloter BTH-07, Abdulloh Som Sijin dari kloter JKG-20, dan Sutarso Tasripin Kamsi dari kloter SUB-03 juga wafat.

"Penyelenggaraan haji Indonesia mencerminkan tantangan dan kompleksitas kerja para petugas dalam upaya memberikan layanan terbaik kepada jemaah haji," tandas Anna.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES