Peristiwa Internasional

Gus Miftah: Diaspora Muslim Bisa Sebarkan Islam Moderat Tanpa 'Berdakwah'

Kamis, 06 Juni 2024 - 14:39 | 12.62k
Gus Miftah memberikan tausiyah di acara SIRAMAN PCINU UK, Muslimat NU dan Fatayat NU di Indonesian Islamic Centre London, Minggu (2/6/2024). (Foto: PCINU UK for TIMES Indonesia)
Gus Miftah memberikan tausiyah di acara SIRAMAN PCINU UK, Muslimat NU dan Fatayat NU di Indonesian Islamic Centre London, Minggu (2/6/2024). (Foto: PCINU UK for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – KH Miftah Maulana Habiburrohman, atau Gus Miftah, menghadiri acara SIRAMAN (Silaturahim dan Pengajian) Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama United Kingdom (PCINU UK), Muslimat NU dan Fatayat NU di Indonesian Islamic Centre London, Minggu (2/6/2024).

Di acara tersebut, Gus Miftah menyampaikan bahwa diaspora muslim seperti jam'iyyah dan jamaah Nahadlatul Ulama di Inggris, sangat bisa menyebarkan Islam moderat yang menjadi rahmat seluruh alam (rahmatan lil ’alamin). Dan itu tanpa perlu berdakwah secara 'tradisional' di mimbar seperti  dilakukan para da'i.

Dalam acara  bertajuk 'Menjadi Duta Islam Indonesia Yang baik di Dunia Internasional' tersebut, Gus Miftah menekankan bahwa orang-orang di negeri Eropa yang mayoritas tidak beragama Islam tidak mungkin mengenal Islam lewat Al-Quran dan hadits. 

Menurutnya, mereka justru akan mengenal Islam lewat perilaku orang-orang Islam. Sehingga, perilaku umat Islam sangat menentukan kesan masyarakat internasional terhadap agama Islam.

"Jadi, muslim Indonesia ini berdakwah mengenalkan Islam lewat perilakunya. Bagaimana? Ya, lakonilah perintah agamamu. Jadikan perilakumu mencerminkan ajaran agamamu saat kamu tinggal di negeri orang. Dari situ umat muslim Indonesia ini bisa mengenalkan Islam di dunia internasional," ujarnya.

Di kesempatan yang sama, hadir juga Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI (MenPAN RB RI) Abdullah Azwar Anas. Ia mengatakan bahwa saat ini diaspora Indonesia makin banyak di dunia global. Terlebih, setelah pemerintah menambah alokasi dana untuk beasiswa LPDP.

Menurut Menteri Anas, sekarang diaspora itu banyak juga kalangan santri. Kini santri bukan hanya studi di Timur Tengah tetapi banyak juga di negara barat seperti di Amerika, Eropa, Australia. 

gus-miftah-siraman-02.jpg

"Maka wajar ada ekspektasi, saat berada di negara tempat studi ini juga bisa mengenalkan Islam ala Indonesia yang ramah dan toleran. Selain nanti saat pulang juga bawa budaya baik negeri itu ke Indonesia," ucapnya.

Di kesempatan itu pula, Duta Besar Indonesia Untuk Inggris dan Irlandia, Desra Percaya menambahkan, masyarakat memang menjadi ujung tombak diplomasi di tataran akar rumput. 

Ia pun bersyukur masyarakat Indonesia di Inggris seperti PCINU UK cukup aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, bukan hanya di lingkungan masyarakat Indonesia melainkan juga membaur dengan komunitas lokal dan internasional. 

"Misalnya, Rebana Muslimat NU UK ini sudah main di mana-mana termasuk di acara akbar Mayor of London di Trafalgar Square," katanya.

Ditambahkan pula oleh Rois Syuriyah PCINU UK, Roman Fitra Cahaya, yang juga akademisi di University of Essex, bahwa menjadi muslim yang baik adalah muslim yang bisa menerima perbedaan. Baik perbedaan budaya, cara pandang, maupun pendapat. 

gus-miftah-siraman-03.jpg

"Sehingga muslim yang baik tidak akan arogan. Tentu kalau tidak arogan kita bisa menjadi duta Islam yang baik di dunia internasional," kata Roman.

Ketua PCINU UK, Rosyid Jazuli mengatakan pihaknya siap mendorong diaspora muslim Indonesia menjadi warga dunia yang juga bisa ikut mewarnai sejarah peradaban. Dalam hal ini, PCINU UK harus mengambil peran untuk wadah silaturahim, saling mengingatkan dan menyemangati. 

"Seperti yang diingatkan oleh Gus Miftah, kita janganlah berkawan dengan orang yang tidak membangkitkan semangat untuk taat kepada Allah dan kata-katanya tidak menunjukkan ke jalan Allah," pungkasnya.

Acara SIRAMAN NU UK cukup meriah dihadiri seluruh pengurus dan keluarga besar NU UK termasuk Muslimat dan Fatayat. Hadir pula beberapa perwakilan organisasi masyarakat lain, termasuk beberapa komunitas pengajian. 

Selain menghadirkan Gus Miftah, penampilan shalawat dan ragam sajian khas nusantara yang dipersembahkan ibu-ibu Muslimat PCINU UK turut menambah semarak kegiatan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Dhian Mega

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES