Peristiwa Internasional Info Haji 2024

Jemaah Haji Indonesia Diimbau Jaga Kesehatan Jantung Jelang Puncak Haji

Selasa, 11 Juni 2024 - 09:56 | 10.46k
Layanan kesehatan jemaah haji Indonesia. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
Layanan kesehatan jemaah haji Indonesia. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
FOKUS

Info Haji 2024

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan awal Zulhijjah 1445 H bertepatan dengan 7 Juni 2024, sehingga pelaksanaan wukuf di Arafah pada 9 Zulhijjah bertepatan dengan 15 Juni 2024. Menjelang Wukuf, jemaah haji Indonesia diimbau untuk menjaga kesehatan, terutama kesehatan jantung.

Hal ini diungkapkan Tim Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Ners Rendi Yoga Saputra saat diminta keterangan terkait kesiapan fisik yang harus disiapkan jemaah.

"Mengutip pernyataan dari Kasie Pelayanan Kesehatan Daker Makkah, mayoritas jemaah haji Indonesia yang meninggal disebabkan oleh penyakit jantung. Jadi, jemaah diminta untuk waspada," terangnya pada Tim Media Center Haji (MCH) di Jeddah, Selasa (11/6/2024).

Rendi mengatakan, gangguan jantung dapat terjadi di mana pun, termasuk di Tanah Suci.

"Di dunia, kegawatdaruratan berhubungan dengan kasus henti jantung masih menjadi juara penyebab kematian," ujarnya.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, salah satunya dengan pemeriksaan istithaah jemaah haji. Pemeriksaan istithaah dilakukan pada jemaah haji pada pemeriksaan kesehatan tahap 2 sebelum keberangkatan ke tanah suci.

"Jemaah haji dengan penyakit penyerta wajib dalam kondisi baik dan terkontrol dengan pengobatan rutin," jelas Rendi.

Menurutnya, jemaah haji dengan penyakit degeneratif memiliki risiko tinggi mengalami gangguan jantung.

"Apalagi etape perjalanan ibadah haji melalui beberapa tahap sejak embarkasi, penerbangan, perjalanan darat ke Makkah dan juga prosesi saat di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna)," tambahnya.

Bagi jemaah yang sakit, lansia, dan berisiko tinggi wajib mempersiapkan obat rutin yang diminum pada tas yang mudah dijangkau dengan jumlah obat yang cukup untuk selama perjalanan.

"Ini penting untuk disiapkan jemaah saat Armuzna, karena terkadang jemaah lupa menyiapkannya," kata Rendi.

Pengenalan dan deteksi dini gangguan jantung selama di tanah suci berguna untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian.

"Gangguan jantung akan mendapatkan penanganan medis lebih cepat dari tim kesehatan," ujarnya.(*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES