Peristiwa Internasional

Pemimpin Hamas Kehilangan 70 Anggota Keluarganya karena Serangan Israel

Rabu, 26 Juni 2024 - 08:51 | 11.70k
Para pria berusaha memberi pertolongan dari reruntuhan rumah saudara perempuan Ismail Haniyeh di kamp Shati dekat Kota Gaza. (FOTO: Al Jazeera/AFP)
Para pria berusaha memberi pertolongan dari reruntuhan rumah saudara perempuan Ismail Haniyeh di kamp Shati dekat Kota Gaza. (FOTO: Al Jazeera/AFP)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh telah kehilangan 70 orang anggotanya di Gaza, setelah Selasa (25/6/2024) Israel membombardir kamp al-Shati yang menyebabkan 10 anggota keluarganya meninggal dunia.

Dilansir Al Jazeera, ke 10 anggota keluarga Haniyeh yang menjadi korban tentara Israel, Selasa kemarin antara lain Zahr Abdel Salam Haniyeh, Nahed Haniyeh Abu Ghazi, Iman Haniyeh Umm Ghazi, Ismail Nahed Haniyeh, Muhammad Nahed Haniyeh, Moamen Nahed Haniyeh, Zahra Nahed Haniyeh, Amal Nahed Haniyeh, Shahad Nahed Haniyeh dan Sumaya Nahed Haniyeh.

Pada April lalu, serangan udara Israel di Gaza tengah juga membunuh tiga putra dan empat cucu Haniyeh, dan militer Israel menuduh mereka melakukan kegiatan teroris.

Ismail Haniyeh saat itu mengatakan sekitar 60 anggota keluarganya telah meninggal dunia sejak perang Israel di Gaza pecah pada 7 Oktober tahun lalu.

Perang tersebut telah menyebabkan lebih dari 37.600 orang warga Palestina meninggal dunia.

Menurut kelompok Palestina dan badan pertahanan di kamp pengungsi Shati di Gaza utara, serangan udara Israel telah menewaskan 10 anggota keluarga pemimpin Hamas Ismail Haniyeh.

Hamas mengatakan, pada hari Selasa bahwa mereka menganggap pemerintahan Presiden AS, Joe Biden bertanggung jawab atas kelanjutan perang “pemusnahan” terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Pemimpin-Hamas-2.jpgKepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh mengatakan Israel mengkhayal bila dengan membunuh keluarganya akan mengubah posisi atau kelompok perlawanannya. (FOTO: Reuters)

Disebutkan, bahwa Amerika Serikat terus memberikan Israel perlindungan politik dan militer serta waktu untuk penghancuran dan pemusnahan di Jalur Gaza.

Mahmud Basal, juru bicara badan pertahanan sipil mengatakan kepada kantor berita AFP, bahwa serangan Selasa pagi itu menargetkan rumah keluarga Haniyeh di Shati.

"Ada 10 orang yang menjadi martir akibat serangan itu, termasuk Zahra Haniyeh, saudara perempuan kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh," kata Basal, seraya menambahkan bahwa sejumlah jenazah kemungkinan masih berada di bawah reruntuhan.

"Kami tidak memiliki peralatan yang diperlukan untuk mengevakuasi mereka," katanya lagi.

"Kru pertahanan sipil  memindahkan jenazah ke Rumah Sakit al-Ahli di dekat Kota Gaza," kata Basal yang juga melaporkan beberapa orang terluka dalam serangan itu.

Dalam sebuah pernyataan, Hamas menyerukan komunitas internasional dan PBB untuk memikul tanggung jawab mereka terhadap kejahatan mengerikan yang sedang berlangsung ini.

Mereka juga minta agar  diambil tindakan segera untuk melindungi warga sipil yang tidak bersalah, dan meminta pertanggungjawaban para pemimpin Israel teroris pendudukan atas kejahatan mereka.

Militer Israel menyebutkan dua bangunan menjadi sasaran semalam di Shati dan Daraj Tuffah itu diklaim bahwa tempat itu sebagai persembunyian para pejuang yang terlibat dalam serangan 7 Oktober.

Namun pernyataannya yang diposting di media sosial tidak menyebutkan penyerangan terhadap rumah keluarga Haniyeh.

Ismail Haniyeh sendiri pada hari Selasa mengeluarkan pernyataan dengan mengatakan, bahwa setiap proposal gencatan senjata yang tidak menjamin diakhirinya serangan Israel di Gaza bukanlah sebuah perjanjian.

"Jika musuh kriminal itu berpikir bahwa menargetkan keluarga saya akan mengubah posisi kami atau kelompok perlawanan, mereka hanya berkhayal," bunyi pernyataan itu.

Komentar Kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh itu muncul ketika juru bicara Pertahanan Sipil Gaza Mahmoud Basal mengatakan, bahwa pasukan Israel sengaja menargetkan lima kamp pengungsian dalam waktu kurang dari 48 jam. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES