Peristiwa Internasional

Gantikan Jens Stoltenberg, Mark Rutte Resmi Memimpin NATO Mulai 1 Oktober 2024

Kamis, 27 Juni 2024 - 15:43 | 11.42k
Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte saat berbicara dengan media pada hari pertemuan puncak informal para pemimpin Uni Eropa di Brussels, Belgia, 17 Juni 2024 lalu  (FOTO: Reuters)
Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte saat berbicara dengan media pada hari pertemuan puncak informal para pemimpin Uni Eropa di Brussels, Belgia, 17 Juni 2024 lalu  (FOTO: Reuters)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Mulai 1 Oktober 2024 Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, akan menjalani fungsinya sebagai Sekjen NATO menggantikan Jens Stoltenberg.

Sekutu NATO, Rabu (26/6/2024) kemarin telah sepakat menunjuk Mark Rutte sebagai Sekretaris Jendral (Sekjen) NATO, yang secara resmi akan menjabat mulai 1 Oktober 2024 mendatang.

Penunjukan Mark Rutte hanya menjadi formalitas setelah satu-satunya saingannya untuk jabatan tersebut, yakni Presiden Rumania, Klaus Iohannis, pekan lalu mengumumkan mundur dari pencalonan, karena gagal mendapatkan dukungan.

"Dewan Atlantik Utara memutuskan menunjuk Perdana Menteri Belanda Mark Rutte sebagai Sekretaris Jenderal NATO berikutnya, menggantikan Jens Stoltenberg," kata NATO dalam sebuah pernyataan.

Mark Rutte dipilih saat perang di Ukraina sedang berkecamuk dan ketidakpastian masih membayangi sikap Amerika Serikat di masa depan terhadap aliansi transatlantik tersebut.

Dilansir Reuters, Mark Rutte memiliki banyak julukan, diantaranya "Teflon Mark" karena ketahanannya terhadap skandal dan "The Trump Whisperer" karena kemampuannya mengatur mantan presiden AS.

"Mark Rutte akan menjalankan fungsinya sebagai Sekretaris Jenderal mulai 1 Oktober 2024, saat masa jabatan Jen Stoltenberg berakhir setelah sepuluh tahun memimpin Aliansi,” tambahnya.

Setelah menyatakan minatnya pada jabatan tersebut tahun lalu, Mark Rutte memperoleh dukungan awal dari anggota utama aliansi tersebut termasuk Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan Jerman.

Sedangkan negara-negara Eropa enggan, dan mereka berpendapat bahwa jabatan tersebut harus diberikan kepada seseorang dari wilayah mereka untuk pertama kalinya. Namun mereka akhirnya mendukung Mark Rutte, seorang kritikus keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dan sekutu setia Ukraina.

Stoltenberg menyambut hangat terpilihnya Mark Rutte sebagai penggantinya. "Mark Rutte adalah seorang transatlantik sejati, pemimpin yang kuat, dan pembangun konsensus," katanya. "Saya tahu saya akan menyerahkan NATO kepada pihak yang tepat," kata Jen Stoltenberg

NATO mengambil keputusan berdasarkan konsensus. Sehingga Mark Rutte, yang mengundurkan diri dari politik Belanda setelah hampir 14 tahun menjabat sebagai perdana menteri, akhirnya dikukuhkan setelah seluruh 32 anggota aliansi memberinya dukungan.

Mark Rutte akan menghadapi tantangan untuk mempertahankan dukungan sekutunya terhadap perjuangan Ukraina melawan invasi Rusia sambil menjaga agar NATO tidak terlibat langsung dalam perang dengan Moskow.

Ia juga harus menghadapi kemungkinan bahwa Donald Trump yang skeptis terhadap NATO akan kembali ke Gedung Putih setelah pemilihan presiden AS bulan November.

Kemungkinan kembalinya Trump telah membuat takut para pemimpin NATO. Karena mantan presiden AS asal Partai Republik itu mempertanyakan kesediaan AS untuk mendukung anggota aliansi lainnya jika mereka diserang.

Paling dikenal karena mengendarai sepedanya ke tempat kerja, dan sering kali sambil mengunyah apel, Mark Rutte akan membutuhkan semua keseimbangannya untuk menahkodai NATO melewati salah satu periode terberatnya.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES