Peristiwa Internasional Info Haji 2024

PPIH Fasilitasi Jemaah Haji Sakit untuk Berdoa di Depan Ka'bah

Minggu, 30 Juni 2024 - 23:25 | 12.65k
Jemaah Haji Sakit untuk Berdoa di Depan Ka'bah (Foto: MCH Kemenag 2024)
Jemaah Haji Sakit untuk Berdoa di Depan Ka'bah (Foto: MCH Kemenag 2024)
FOKUS

Info Haji 2024

TIMESINDONESIA, MAKKAH – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah mengambil langkah khusus untuk memfasilitasi jemaah haji Indonesia yang belum pernah mengunjungi Masjidil Haram untuk melihat dan berdoa di depan Ka’bah. Ada sejumlah jemaah yang sejak awal kedatangan di Makkah harus dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan mereka diantar oleh PPIH ke Masjidil Haram untuk menjalankan ibadah.

Pada tahun ini, Indonesia menerima kuota haji sebesar 221.000, ditambah 20.000 kuota tambahan, menjadikan total kuota sebesar 241.000 yang terdiri atas 213.320 jemaah haji reguler dan 27.680 jemaah haji khusus.

Sebagai bagian dari tanggung jawabnya, PPIH memastikan seluruh jemaah yang berangkat pada tahun ini dapat menunaikan ibadah haji, baik secara mandiri maupun melalui mekanisme safari wukuf bagi yang sakit dan non mandiri, serta badal haji bagi yang wafat atau yang sakit dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk safari wukuf.

“Alhamdulillah, jemaah haji Indonesia yang berangkat tahun ini sudah menunaikan rangkaian ibadah haji sesuai dengan kondisinya masing-masing. Ada yang melalui safari wukuf, ada juga yang dibadalhajikan karena sebab tertentu,” ujar Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji Hilman Latief di Makkah, Jumat (28/6/2024).

Namun, lanjut Hilman, ada beberapa jemaah yang sejak kedatangan di Makkah harus dirawat, baik di Rumah Sakit Arab Saudi maupun KKHI. Sebagian dari mereka mengikuti proses safari wukuf, sementara yang lainnya harus dibadalkan karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk evakuasi atau perjalanan lebih lanjut.

“PPIH telah memfasilitasi tiga jemaah yang sejak tiba di Makkah dirawat di KKHI untuk ke Masjidil Haram dan berdoa di depan Ka’bah. Kami mengantar mereka dengan ambulans dari KKHI, kemudian masuk ke Masjidil Haram dengan kursi roda yang didampingi petugas hingga ke lantai dua. Dari lantai dua, mereka diberi kesempatan untuk berdoa menghadap Ka’bah,” jelas Hilman.

Jemaah diantar dari KKHI menuju Masjidil Haram oleh tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama Pada Jamaah Haji (PKP3JH) Daerah Kerja Makkah. Sesampainya di Masjidil Haram, mereka dibantu oleh Petugas Sektor Khusus untuk bisa masuk ke lantai II dan diberi kesempatan untuk berdoa.

“Kami terus melakukan pendataan dan berupaya memfasilitasi jemaah yang belum pernah ke Masjidil Haram untuk berdoa di depan Ka’bah. Jika masih ada jemaah yang terdata dan memungkinkan untuk dibawa ke Masjidil Haram, kami akan memfasilitasi,” ungkap Hilman.

“Bahkan, jika kondisi kesehatan jemaah sudah memungkinkan untuk melakukan umrah, PPIH akan memfasilitasi, mendampingi, dan mengantar mereka menunaikan umrah sunnah. Semoga ini bisa memberikan kebahagiaan tersendiri bagi mereka,” tandasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES