Peristiwa Internasional

Perangi Hizbullah, Lebanon akan Jadi Neraka Abadi Bagi Israel

Kamis, 04 Juli 2024 - 22:33 | 16.21k
Kantor berita Hizbullah Al-Manar melaporkan bahwa komandan Mohammad Nehmeh Nasser telah terbunuh karena mobilnya dibom. (FOTO: Getty Images)
Kantor berita Hizbullah Al-Manar melaporkan bahwa komandan Mohammad Nehmeh Nasser telah terbunuh karena mobilnya dibom. (FOTO: Getty Images)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Luar Negeri sementara Iran, Ali Bagheri Kani memperingatkan, Lebanon akan menjadi neraka abadi bagi rezim zionis Israel bila perang habis-habisan melawan Hizbullah.

Kepada wartawan, Ali Bagheri Kani pada hari Rabu mengatakan,  bahwa gerakan perlawanan Lebanon, Hizbullah, yang merupakan aktor aktif di Lebanon secara militer dan diplomatik, memainkan peran kunci dalam persamaan perang yang telah menciptakan kekuatan pencegah di kawasan tersebut.

Mengacu pada kunjungan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud ke Iran, Bagheri Kani mengatakan bahwa perjalanan tersebut ada dalam agenda Iran dan Arab Saudi.

Ia mengatakan, hubungan Iran dan Arab Saudi  akan dilanjutkan setelah pemerintahan Iran berikutnya berkuasa.

Bagheri juga menunjuk kemungkinan Donald Trump menjadi presiden AS berikutnya, dan mengatakan bahwa Republik Islam tidak bergantung pada pergantian pemerintahan di negara lain.

Pergantian presiden tidak bisa memengaruhi kebijakan strategis Iran, meskipun Teheran mencermati potensi perubahan di kancah internasional, termasuk Amerika Serikat, dan bahwa pemerintahan berikutnya di Iran pasti akan mengambil tindakan serius dalam hal ini, tambahnya.

Komandan Hizbullah Dibunuh

Israel telah membunuh seorang komandan senior kelompok militan Lebanon Hizbullah pada hari Rabu.

Serangan Israel itu terjadi di luar kota Tyre, Lebanon Selatan, dan ini merupakan komandan ini menjadi pemimpin lapangan tertinggi kedua yang tewas dalam waktu kurang dari sebulan.

Kantor berita Hizbullah, Al-Manar, melaporkan serangan Israel terhadap sebuah kendaraan di dekat Tyre. Kemudian, kelompok itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa komandan militer Mohammad Neameh Nasser, yang dikenal sebagai Hajj Abu Neameh, telah "meninggal sebagai martir.

Sumber-sumber mengatakan komandan ini memiliki pangkat dan kedudukan yang sama dengan Taleb Abdallah, komandan Hizbullah lainnya yang tewas dalam serangan Israel bulan lalu.

Abdallah digambarkan sebagai komandan lapangan paling senior dalam kelompok itu yang tewas oleh militer Israel dalam delapan bulan terakhir.

Hizbullah mengatakan, pihaknya membalas dengan menembakkan sejumlah roket ke posisi militer Israel di dekat perbatasan.

Militer Israel memperkirakan sekitar 100 roket ditembakkan, dan mengatakan tidak ada laporan korban.

Para diplomat internasional saat ini tengah berjuang untuk mencegah bentrokan yang terjadi hampir setiap hari antara Israel dan Hizbullah agar tidak berubah menjadi perang habis-habisan yang mungkin dapat menyebabkan konfrontasi langsung antara Israel dan Iran, yang merupakan pendukung utama Hizbullah.

Hizbullah sendiri telah berjanji akan menghentikan serangannya bila Israel menyetujui gencatan senjata dengan Hamas di Jalur Gaza.

Beberapa pejabat Israel mengatakan mereka tengah mencari solusi diplomatik untuk kebuntuan ini dan berharap dapat menghindari perang dengan Hizbullah.

Namun pada saat yang sama, Israel juga memperingatkan bahwa pemandangan kehancuran yang terlihat di Gaza akan terjari di Lebanon jika perang pecah.

Hizbullah sendiri jauh lebih kuat daripada Hamas dan diyakini memiliki persenjataan roket dan rudal yang sangat banyak yang mampu menyerang di mana saja Israel berada. Karena itu bila Israel memerangi Lebanon habis-habisan akan menjadi neraka bagi Israel. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES