Peristiwa Internasional

Bayi Paling Prematur di Dunia Berulang Tahun ke-4

Sabtu, 06 Juli 2024 - 11:00 | 9.56k
Bandingkan saat tubuh mungil Curtis Zy-Keith Means yang lahir paling prematur di dunia dengan sertifikatnya Guiness World Record. (FOTO: Guiness World Record)
Bandingkan saat tubuh mungil Curtis Zy-Keith Means yang lahir paling prematur di dunia dengan sertifikatnya Guiness World Record. (FOTO: Guiness World Record)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Bayi paling prematur di dunia yang pernah lahir, Curtis Zy-Keith Means merayakan ulang tahunnya yang keempat Jumat (5/7/2024).

Curtis Zy-Keith Means asal AS lahir prematur dengan usia 132 hari, pada usia kehamilan 21 minggu 1 hari.

Beratnya hanya 420 gram (14,8 ons), yang hampir sama dengan berat bola sepak Amerika.

Awalnya, seperti dilansir Guiness World Record,  dokter mengatakan peluangnya untuk bertahan hidup kurang dari 1%, tetapi empat tahun kemudian, dia tumbuh subur.

Curtis Zy-Keith Means kecil lahir dari pasangan Michelle Butler pada tanggal 5 Juli 2020 di Rumah Sakit Universitas Alabama di Birmingham (UAB) di Alabama, tempat ia menghabiskan sembilan bulan pertama hidupnya di Unit Perawatan Intensif Neonatal.

Tragisnya, saudara kembarnya C'Aysa tidak selamat.

Curtis lahir tepat pada pertengahan masa gestasi standar untuk kehamilan cukup bulan, yaitu 40 minggu (280 hari).

Sekarang beratnya 33 pon (14,9 kg) dan banyak bicara.

Michelle mengatakan, Curtis Zy-Keith Means suka bermain dengan mainannya dan menonton kartun favoritnya, Mickey Mouse.

Anak lucu itu juga punya kegemaran menggunakan telepon ibunya untuk menelepon orang lain guna mengobrol.

Dalam gambar terbaru, Curtis terlihat berpose dengan bangga bersama sertifikat Guinness World Records miliknya, dan jelas terlihat seberapa jauh kemajuannya dibandingkan saat terakhir kita melihatnya di samping sertifikatnya, dimana terlihat sertifikat itu jauh lebih besar dari dirinya saat itu.

Michelle pernah bercerita kepada kami tentang kehamilannya: "Semuanya berjalan baik. Saya pikir saya akan bisa menjalaninya sampai hari persalinan," katanya.

Brian Sims, seorang profesor pediatri di Divisi Neonatologi UAB, menambahkan, kelahirannya benar-benar mengejutkan.

"Saya waktu itu ditelepon oleh rekan-rekan dokter kandungan saya bahwa ibu Curtis sedang dalam proses bersalin dan ia akan segera melahirkan, dan mereka ingin saya datang dan berbicara dengannya tentang prognosis buruk bayi yang lahir pada usia kandungan 21 minggu dan satu hari," kata dia.

Pertanyaan ibunya kepada saya adalah, "Bisakah kami memberi kesempatan pada anak-anakku?," ujar Brian Sims.

Itu adalah saat yang sangat menegangkan bagi Michelle, yang sendiri dirawat di rumah sakit selama empat hari setelah melahirkan.

Curtis membutuhkan dukungan untuk membantunya bernapas dan obat-obatan untuk jantung dan paru-parunya.

Ventilatornya baru dilepas saat ia berusia tiga bulan.

Ia tetap menggunakan kanula hidung untuk oksigen saat kembali ke rumah.

Brian Sims mengenang, ketika Curtis dipulangkan, ada banyak kegembiraan di unit tersebut. "Curtis adalah seorang pemuda istimewa dan ada sesuatu yang unik tentang dirinya," ujarnya.

Ia juga menambahkan, Michelle membuat kampanye pertama agar Curtis tetap hidup. "Ia adalah seorang pejuang bagi bayinya, ia berbicara demi bayinya dan saya sangat bersyukur bahwa kami mendengarkannya," tambah Brian Sims.

Michelle mengatakan, bahwa pencapaian Curtis Zy-Keith Means dalam memecahkan rekor lahir paling prematur di dunia adalah sebuah "berkah" dan dia "sangat bangga" atas pencapaiannya sejauh ini.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES