Sejarah Hari Ini: 29 Mei, Mengenal Hari Lanjut Usia Nasional

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sejarah hari ini akan membahas mengenai peringatan Hari Lanjut Usia Nasional atau Hari Lansia Nasional yang diperingati setiap 29 Mei. Hari Lanjut Usia Nasional yang bertujuan untuk menghargai semangat jiwa dan raga serta peran penting penduduk usia lanjut di Indonesia.
Peristiwa lain juga terjadi 29 Mei, seperti keberhasilan manusia menaklukkan puncak tertinggi dunia atau puncak Everest, Gunung Himalaya dan keberhasilan Manchester United meraih juara Liga Champions pada 1968.
1996: Hari Lansia Nasional
Advertisement
Dikutip dari laman Kemensos.go.id, Hari Lanjut Usia Nasional pada 29 Mei merujuk pada sidang pertama yang dilakukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 Mei 1945. Saat itu, Dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat yang merupakan anggota paling tua dalam sidang BPUPKI tersebut menjadi pimpinan sidang.
Kemudian di Semarang pada tanggal 29 Mei 1996 dicetuskan sebagai Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) sebagai penghormatan atas jasa KRT Radjiman Wedyodiningrat.
Perayaan Hari Lanjut Usia Nasional tahun 2021 ini mengusung tema Lansia Bahagia Bersama Keluarga. Kementerian Sosial RI kemudian memecah tema besar ini menjadi dua sub tema, yakni Bakti Anak kepada Orang Tua Membawa Kebahagiaan dan Kasih kepada Orang Tua Membawa Keberkahan.
Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ini diharapkan dapat menjadi tempat untuk mengekspresikan wujud hormat dan kasih sayang terhadap penduduk lansia di Indonesia.
1968 - Manchester United Juara Liga Champions
29 Mei 1968 menjadi hari bersejarah dalam sepakbola Inggris. Saat itu, Manchester United menjadi juara Eropa setelah memenangkan pertandingan Final Piala Champions Eropa 1968 dengan skor 4-1 atas Benfica, Portugal. The Reds Devil, julukan Manchester United, menjadi tim Inggris pertama yang menjadi juara kompetisi kasta tertinggi Eropa. Final ini digelar di Stadion Wembley, London.
1953: Pendaki Pertama Puncak Everest
29 Mei, 68 tahun lalu, pendaki Selandia Baru Edmund Hillary dan sherpa Nepal Tenzing Norgay, menjadi manusia pertama yang berhasil mencapai puncak Gunung Everest.
Gunung Everest yang menjadi bagian dari Pegunungan Himalaya diperbatasan Nepal dan Tiber adalah titik tertinggi di bumi, yang terletak di ketinggian 8.849 meter di atas permukaan laut.
Setibanya di Inggris pada bulan Juli, Hillary dianugerahi gelar Ksatria oleh Ratu, sedangkan Tenzing dianugerahi George Medal. Semua anggota ekspedisi diundang untuk menghadiri pesta dan jamuan makan selama berbulan-bulan, tetapi sorotan sebagian besar jatuh pada Hillary dan Tenzing. Keduanya dianggap sebagai orang-orang yang berjasa dalam salah satu peristiwa penting di abad ke-20. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |
Publisher | : Rizal Dani |