Peristiwa Nasional

PBNU Gelar Halaqah Fikih Peradaban di Ponpes Nurul Jadid

Minggu, 02 Oktober 2022 - 20:33 | 23.48k
PBNU Gelar Halaqah Fikih Peradaban di Ponpes Nurul Jadid
Halaqah Fikih Kebangsaan di Ponpes Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo. Halaqah digelar dalam rangka peringatan 1 Abad NU pada 7 Februari 2023 (FOTO: Tangkapan layar live Youtube)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU menggelar Halaqah Fikih Peradaban di Ponpes Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022).

Halaqah berlangsung di Aula 1 Ponpes Nurul Jadid, dengan tema Fikih Siyasah dan Tatanan Dunia Baru.

Wakil Rais Am PBNU, KH Afifuddin Muhajir; Ketua Pengurus Besar Lakpesdam NU, KH Ulil Abshar Abdalla; Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid, Kiai Muhammad Al-Fayyadl; dan Dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Kiai Moh Saeful Bahar menjadi pembicara.

KH-Moh-Zuhri-Zaini.jpgPengasuh Ponpes Nurul Jadid, KH Moh Zuhri Zaini memberi sambutan di Halaqah Fikih Kebangsaan yang digelar Ponpes Nurul Jadid (FOTO: Tangkapan layar live Youtube) 

Saat membuka halaqah, Ulil menyebut halaqah di Ponpes Nurul Jadid menjadi salah satu unggulan dari serangkaian halaqah yang digelar PBNU.

Sebab menurutnya, Ponpes Nurul Jadid memiliki ikatan historis yang kuat dengan ormas keislaman terbesar di tanah air tersebut.

Ulil menyatakan, pengasuh ketiga Ponpes Nurul Jadid, KH Abdul Wahid Zaini memiliki kedekatan dengan aktifis muda NU di era 1990-an.

KH-Afifuddin-Muhajir-kanan.jpgWakil Rais Am PBNU, KH Afifuddin Muhajir (kanan) dan Ketua PB Lakpesdam PBNU, KH Ulil Abshar Abdalla di Halaqah Fikih Kebangsaan yang digelar Ponpes Nurul Jadid (FOTO: Tangkapan layar live Youtube) 

Ketika PB Lakpesdam NU akan menggelar Program dan Pengembangan Wawasan Keulamaan atau PPWK di pertengahan 90-an, Ulil datang ke Ponpes Nurul Jadid dan sowan ke KH Wahid Zaini.

“Kiai Wahid, kalau kata anak Jakarta, tidak terlibat tipis. Beliau ikut menyeleksi peserta,” kata Ulil saat membuka halaqah.

Menantu KH Musthofa Bisri atau Gus Mus ini mengatakan, halaqah di Ponpes Nurul Jadid merupakan salah satu rangkaian halaqah yang digelar PBNU untuk menyabut peringatan 1 abad NU.

Secara keseluruhan, ada 250 halaqah plus 50 halaqah ikutannya, yang digelar PBNU dalam kurun waktu lima bulan.

Semuanya digelar untuk menyambut 1 abad NU pada 16 Rajab 1444 Hijriah, yang bertepatan dengan 7 Februari 2023. Peringatan akan dilaksanakan di Jakarta.

“Sebelum itu, akan ada muktamar fikih peradaban dunia yang akan dihadiri 300 ulama dari seluruh dunia,” kata pria kelahiran Pati, Jawa Tengah itu.

Halaqah Fikih Peradaban di Ponpes Nurul Jadid diharapkan memberi kontribusi dalam muktamar fikih peradaban dunia, yang juga akan digelar di Jakarta tersebut.

Halaqah Harus Digelar di Pesantren

Menurut Ulil, halaqah peradaban sudah menjadi rencana lama KH Yahya Cholil Staquf. Mantan juru bicara Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu, telah merencanakannya sejak 2019. Sejak belum menjadi Ketum PBNU.

“Pesan Gus Yahya, halaqah fikih peradaban harus dilaksanakan di pesantren, pesertanya kiai. Tidak boleh di kampus, walaupun itu kampus pesantren,” ujarnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Nurul Jadid, KH Moh Zuhri Zaini menyatakan syukur telah ditempati halaqah. Menurutnya, pelaksanaan halaqah ini sebenarnya tradisi atau sunnah di tubuh NU.

Ponpes Nurul Jadid dulu juga sering menjadi tuan rumah acara serupa. Tapi belakangan, hal ini jarang terdengar. Kalau pun ada, tidak gebyar dan semarak seperti dulu.

Halaqah fikih kebangsaan kali ini menjadi semacam obat rindu,” kata Pengasuh Ponpes Nurul Jadid, KH Moh Zuhri Zaini  (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

KOPI TIMES