Peristiwa Nasional

Digelar Selama 1 Bulan di Museum Nasional, Pameran Kopi Togetherness Resmi dibuka

Sabtu, 19 November 2022 - 15:28 | 27.99k
Digelar Selama 1 Bulan di Museum Nasional, Pameran Kopi Togetherness Resmi dibuka
Infografis Pameran Kopi Togetherness. (FOTO: instagram Museum Nasional) Foto B: Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek Hilmar Farid dalam sambutannya. (FOTO: instagram Museum Nasional)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Hilmar Farid membuka secara resmi Pameran dan Festival Kopi Togetherness di Museum Nasional Jakarta.

"Dengan izin semuanya yang hadir dan doa yang tulus agar seluruh kegiatan berjalan dengan baik maka kegiatan ini dengan resmi dinyatakan dibuka," ucap Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek Hilmar Farid dalam sambutan pembukaan Pameran dan Festival Kopi Togetherness di Museum Nasional Jakarta pada Sabtu (19/11/2022).

Hilmar mengatakan, Pameran dan Festival Kopi Togetherness, merupakan kick-off dari kerja sama bilateral Indonesia dan Qatar. Hilmar mengungkapkan, sepanjang tahun 2023, Indonesia akan menjadi negara mitra penyelenggaraan Qatar Year of Culture. Kedua negara sepakat mengangkat KOPI sebagai tema besar. Budaya Kopi di Indonesia akan dipamerkan selama enam bulan di Museum Nasional Qatar.

"Kopi sebenarnya media diplomasi, media untuk mencairkan suasana, melalui pameran ini, para penikmat dan penggiat kopi dapat berinteraksi dengan disiplin ilmu lain seperti pemerhati lingkungan, kuliner dan gaya hidup serta berbagi pandangan untuk meningkatkan apresiasi terhadap Kopi Indonesia dari hulu hingga hilir, lebih dari itu," kata Hilmar.

Hilmar menjelaskan, Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan sisi menyedihkan soal kopi, pasalnya tanaman kopi dulunya merupakan tanam paksa yang dilakukan oleh penjajah kepada bangsa Indonesia.

"Jadi punya sejarah yang menyakitkan buat kita tapi yang luar biasa adalah sekarang ini kopi justru menjadi sumber kebanggaan, kekuatan kita," jelas Hilmar.

Melalui sejarah ini, ungkap Hilman, pada pameran yang akan berlangsung di Qatar nanti, pihaknya akan menyampaikan bahwa Indonesia mampu mengolah sesuatu yang begitu menyakitkan di masa lalu menjadi sesuatu yang membanggakan di masa sekarang.

Infografis-Pameran-Kopi-b.jpg

"Mudah-mudahan dengan restu dan juga doa dari semua yg hadir pada sore hari ini, kita bisa menjalankan misi (Qatar Year of Culture) itu dengan baik," ungkap Hilman.

Sebagai informasi, Pameran dan Festival Kopi Togetherness diselenggarakan selama 1 bulan mulai hari ini, Sabtu (19/11/2022) hingga Minggu (18/12/2022) di Area Sunken, Museum Nasional Jakarta mulai jam 10.00-18.00WIB. Pameran dan Festival Kopi Togetherness sendiri adalah suatu upaya menghadirkan kopi dari berbagai sisi sejarah, kehidupan alam dan lingkungan, kebudayaan  masyarakat Indonesia, dengan kebersamaan menjadi payungnya,  mengajak publik merayakan Kebersamaan Kopi dari Bumi, Budaya dan Manusia Indonesia dengan menggali berbagai hubungan antara masyarakat Indonesia dengan kopi.

Pameran ‘Kopi Togetherness’ dibagi 5 subtema yaitu, Kopi Bumi, Kultur Kopi, Kopi Kini, Kopi Kita, dan Kopi Merdeka. Kopi Bumi mengangkat relasi Kopi sebagai sumber daya agrikultural yang memberi sumbangsih dan keberlanjutan pada lingkungan dan beragam upaya masyarakat dan komunitas untuk memberdayakannya.

Kultur Kopi mengangkat berbagai aspek kebudayaan, sejarah dan kearifan lokal yang diciptakan di berbagai pelosok nusantara. Kopi Kita dan Kopi Kini menghadirkan berbagai narasi keseharian, kreativitas dan kehidupan sosial yang terhubung oleh skena kopi Indonesia. Terakhir, sub-tema Kopi Merdeka menghadirkan serangkaian artefak dan arsip koleksi Museum Nasional Indonesia berkolaborasi dengan  museum-museum serta pusat arsip dalam jejaring nasional-internasional Museum dan Cagar Budaya Kemendikbud Ristek. Subtema ini berupaya menawarkan sisi lain dan perspektif baru dari rekam jejak historis Kopi sebagai bagian dari sejarah bangsa Indonesia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

KOPI TIMES